News / Metropolitan
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB
Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) malam. [Tangkapan layar]
Baca 10 detik
  • Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Haji Salihun, Grogol Selatan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 28 Juli 2026 malam.
  • Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan mengerahkan 28 unit mobil pemadam dan 185 personel gabungan untuk memadamkan api sejak pukul 18.57 WIB.
  • Status penanganan masih dalam tahap lokalisasi, sementara data korban dan total kerugian belum dapat dipastikan karena masih didata petugas.

Suara.com - Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026) malam.

Peristiwa terjadi di Jalan Haji Salihun, tepatnya di dekat Toko Baju Ananda Baru 2 dan Pasar Kebayoran Lama.

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api berwarna oranye terang yang melahap bangunan di tengah padatnya permukiman warga.

Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pemuda tanpa mengenakan baju nekat naik ke atap seng rumah untuk menyiram bangunan di sekitarnya menggunakan selang air seadanya.

Di bawahnya, kerumunan warga terlihat panik. Sebagian berteriak memberikan instruksi, sementara yang lain merekam kejadian menggunakan telepon genggam.

Dari kejauhan, tepatnya dari sekitar Stasiun Kebayoran, kepulan asap hitam pekat bercampur cahaya merah api tampak membumbung tinggi ke langit malam.

Suara sirene mobil pemadam kebakaran turut terdengar meraung, menandakan petugas tengah berupaya menembus kepadatan kawasan untuk mencapai lokasi kejadian.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Administrasi Jakarta Selatan, Asril Rizal, membenarkan kejadian tersebut.

"Kami menerima laporan kebakaran pada pukul 18.48 WIB dari masyarakat. Telah terjadi kebakaran rumah tinggal," ujarnya.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Lima Kios di Pasar Ngemplak Tulungagung, Kerugian Capai Rp70 Juta

Petugas bergerak cepat menuju lokasi begitu laporan diterima.

"Unit kami berangkat menuju lokasi pukul 18.50 WIB dan tiba di TKP pukul 18.55 WIB. Proses pemadaman mulai dilakukan pukul 18.57 WIB," jelasnya.

Sebanyak enam unit dengan 24 personel dikerahkan pada tahap awal penanganan.

Jumlah tersebut kemudian ditambah menjadi total 28 unit dengan 185 personel gabungan dari berbagai sektor guna mempercepat proses pemadaman.

Hingga berita ini disusun, status penanganan kebakaran masih berada pada tahap kuning atau proses lokalisasi.

Akibatnya, data mengenai jumlah objek terdampak, dugaan penyebab kebakaran, luas area yang terbakar, jumlah korban, hingga taksiran kerugian masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Load More