Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim telah mempertimbangkan untuk membolehkan sekolah kembali melakukan pembelajaran tatap muka.
Hal tersebut ia utarakan lewat siaran langsung Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di kanal resmi YouTube Kemendikbud RI, Jumat (20/11/2020).
"Pembelajaran tatap muka diperbolehkan tapi tidak diwajibkan," kata Menteri Nadiem disela-sela paparannya.
Kata Menteri Nadiem, metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah diterapkan kurang lebih selama delapan bulan akibat pandemi Covid-19 telah berjalan baik tapi bukan metode yang optimal.
Ia melanjutkan, PJJ juga memiliki tiga dampak negatif bagi anak. Tiga dampat negatif tersebut adalah:
1. Ancaman putus sekolah
Menteri Nadiem menyinggung tinginya risiko putus sekolah karena anak terpaksa bekerja membantu keuangan keluarga di tengah krisis pandemi Covid-19. "Banyak sekali anak-anak bekerja atau didorong orangtua untuk bekerja yang berhubungan dengan situasi ekonomi tidak memadai," kata lelaki yang akrab disapa Mas Menteri tersebut.
Selain itu, Menteri Nadiem juga mengatakan adanya persepsi orangtua yang tidak melihat peranan sekolah dalam proses PJJ. "Orangtua tidak bisa melihat peranan sekolah daring, Ini menimbulkan banyak orangtua skeptis dengan PJJ," tambahnya.
2. Kendala Tumbuh Kembang
Dikatakan, perbedaan akses dan kualitas selama PJJ dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, terutama untuk anak dari sosio-ekonomi berbeda.
"Di daerah yang sulit PJJ, kesenjangan pencapaian pembelajaran semakin melebar dan tentunya (kesenjangan) pertumbuhan anak-anak kita menjadi semakin besar."
Baca Juga: Belajar Online Makan Korban, Gadis SMA Tewas karena Stres Banyak Tugas
Menteri Nadiem juga menyinggung risiko adanya learning loss hingga membuat satu generasi Indonesia, harus belajar dan mengejar ketertinggalan (baik kemampuan kognitif maupun perkembangan karakter) akibat kesenjangan capaian belajar.
3. Tekanan Psikososial
Minimnya interaksi dengan guru, teman dan lingkungan luar rumah ditambah tingginya tekanan akibat sulitnya PJJ dapat menyebabkan stres pada anak. "Ada juga peningkatan insiden kekerasan di rumah yang meningkat dan itu menjadi salah satu pertimbangan kita."
Untuk itu, ia bersama tiga menteri lain yaitu Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mengeluarkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.
Secara garis besar, sekolah sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka mulai tahun ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 atau pada Januari 2021 mendatang.
"Kalau (sekolah) siap melakukan tatap muka, (sekolah) harus segera mempersiapkan dari sekarang sampai akhir tahun," tambah Menteri Nadiem.
"Kalaupun sekolah dibuka, orangtua masih bisa tidak memperkenankan anaknya datang sekolah untuk tatap muka," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil