Suara.com - Hipertensi terjadi ketika kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah terlalu tinggi secara konsisten. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan beban kerja jantung dan pembuluh darah.
Dampaknya, kinerja jantung tidak akan efisien dan bisa menyebabkan masalah kesehatan serius. Karena itu, Anda harus menjaga takanan darah agar tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.
Dilansir dari Express, ada beberapa minuman yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Bahkan Anda bisa menemukannya dengan mudah.
1. Teh kembang sepatu
Penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, telah menganalisis penggunaan kembang sepatu dalam menurunkan tekanan darah pada orang dewasa pra-hipersensitif dan hipertensi.
Hasilnya menunjukkan kembang sepatu adalah bahan yang ditemukan dalam banyak campuran teh herbal dan minuman lain. Kembang sepatu memiliki sifat antioksidan dan ekstrak kelopaknya telah menunjukkan sifat hipokolesterolemia serta antihipertensi.
"Uji klinis acak pada 65 orang dewasa pra dan hipertensi ringan, usia 30-70 tahun tanpa minum obat penurun tekanan darah (BP). Tapi minum 240 mL/d teh kembang sepatu dan minum plasebo selama 6 minggu," jelas studi dikutip dari Express.
Pada enam minggu, teh kembang sepatu bisa menurunkan tekanan darah sistolik (SBP) dibandingkan dengan plasebo. Studi ini punmenyimpulkan bahwa minum teh kembang sepatu setiap hari bisa menurunkan tekanan darah orang dewasa.
Minuman ini bermanfaat bagi orang yang prahipertensi dan hipertensi ringan. Selain itu, minuman ini juga membantu perubahan pola makan untuk orang pemilik tekanan darah tinggi lebih efektif.
Baca Juga: Sean Connery Pneumonia, Ternyata Ini Bisa Sebabkan Gagal Jantung!
2. Jus delima
Penelitian di National Library of Medicine juga telah menyelidiki manfaat minum jus delima terhadap tekanan darah tinggi. Jus delima kaya akan tanin, yang memiliki sifat antiaterosklerotik, efek anti-penuaan dan antioksidatif yang kuat.
"Karena, beberapa antioksidan telah terbukti menurunkan tekanan darah. Tujuan dari studi ini mencari tahu pengaruh minum jus delima terhadap tekanan darah dan kesehatan jantung," jelasnya.
Ternyata minum jus delima terbukti bisa menurunkan tekanan darah sistolik, menghambat aktivitas ACE serum dan menyehatkan jantung. Jus delima juga menghambat aktivitas enzim pengubah angiotensin serum dan mengurangi tekanan darah sistolik.
3. Kombucha
Kombucha adalah susu probiotik hasil fermentasi yang dikenal bisa menjaga keseimbangan bakteri baik dalam sistem pencernaan. Kombucha juga sama seperti yoghurt yang bisa meringankan masalah pencernaan, memulihkan bakteri baik dalam tubuh, meningkatkan kekebalan, dan suasana hati.
Karena, kombucha bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dipercaya bisa mencegah tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan mencegah kanker.
"Uji klinis manusia sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsumsi probiotik bisa meningkatkan kontrol tekanan darah (BP). Tujuan dari tinjauan sistematis ini adalah mengklarifikasi efek probiotik pada BP menggunakan meta-analisis dari uji coba terkontrol secara acak," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien