Apa yang akan disiapkan orangtua untuk menyiapkan anak jika harus sekolah tatap muka?
Ibu Nuryati:
Kita tetap pesan ke anak, pakai masker, cuci tangan, kasih makanan bergizi, minum susu, dan minum vitamin.
Pak Effendi:
Pesannya ya minimal dengan 3M itu, yang ingat pesan ibu. Dan paling kita berpesan ke anak agar jangan banyak bermain di sekolah.
Ibu Reza:
Kalau memang harus tatap muka sekolahnya, ya kita ingatkan seperti yang sudah disampaikan pemerintah, pakai masker, hand sanitizer, menjaga jarak. Itu yang kita peringatkan ke anak-anak supaya menjalankan 3M tersebut.
Ibu Heni:
Ya pastinya mengingatkan karena namanya wabah kan masih ada, tapi tetap harus dihadapi. Pesannya ya paling tetap masker, mereka juga sosialisasinya harus dijaga.
Apa kekhawatiran orangtua jika anak sekolah tatap muka?
Ibu Nuryati:
Segala apa pun pasti ada khawatirnya. Tapi kita balik lagi, kita berserah kepada Allah. Bismillah, di hati kecil kita yakin gak ada apa-apa.
Ibu Elliyah, 32, guru:
Kalau kekhawatiran itu ada. Tapi kita lebih khawatir kalau anak tidak belajar dengan efektif.
Ibu Reza:
Kalau bertatap muka, kita mengkhawatirkan kondisi anak-anak terkena virus.
Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Mau Dibuka, Sri Mulyani Minta Siswa Pakai Masker
Pak Effendi:
Khawatir pasti ada, tapi balik lagi itu protokol kesehatannya harus dipakai.
Ibu Heni:
Khawatirnya pasti ada. Tapi balik lagi, ini kan wabah bisa terkena ke siapa saja kan. Tapi bukan berarti kita harus mundur, jadi harus tetap dihadapi.
Apa kendala orangtua selama mendampingi anak PJJ?
Ibu Reza:
Ini kan karena kondisinya anak sudah bisa. Jadi pendampingannya tidak terlalu intensif. Kalau buat saya, PJJ tidak terlalu terlalu bermasalah.
Pak Effendi:
Jujur, PJJ itu lebih membebani kita sebagai orangtua. Dengan kesibukan kita, dengan ketidakmengertian kita, yang harusnya bisa ditanyakan ke guru.
Ibu Elliyah:
Kalau PJJ, kendala dari orangtua tidak selalu bisa mendampingi anak-anaknya.
Ibu Heni:
Kalau PJJ kendalanya, dia kalau ada kesulitan mau bertanya sama guru agak kesulitan. Karena kan kalau zoom itu terbatas waktunya.
Apa harapan orangtua untuk metode sekolah tahun 2021?
Ibu Reza:
Kalau memang anak diharuskan sekolah bertatap muka dengan selang seling itu, ya tidak apa-apa juga. Soalnya supaya anak juga nggak bosan.
Ibu Elliyah:
Kalau situasi masih seperti ini, saya yakin nanti akan ada perubahan pada banyaknya apakah babnya dikurangi, agar tugas-tugas tidak terlalu banyak menumpuk.
Ibu Heni:
Kalau semester genap itu, kalau kaitannya dengan kurikulum mungkin bisa dibuat lebih longgar karena kan dengan waktu yang singkat.
Kemendikbud menetapkan Januari sekolah tatap muka akan dimulai, apakah guru siap?
Pak Suryadi, Guru SDN 1 Malang Suko Kecamatan Tumpang:
Dalam situasi pandemi seperti sekarang, insyallah guru dan sekolah siap untuk menjalankan sekolah secara tatap muka.
Ibu Eliyah, Guru MA Al Khairiyah, Tambun Sekatan, Bekasi:
Untuk rencana pemerintah membuka kembali sekolah mulai Januari 2021, Insyaallah sekolah akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Artinya dengan kurang lebih sembilan bulan PJJ, sekolah juga sudah berbenah kalau nanti ada tatap muka apa saja yang hatus disiapkan.
Bagaimana persiapan sekolah menyambut kembali para murid?
Pak Suryadi:
Di setiap kelas sudah disediakan fasilitas cuci tangan dan juga sabun. Kemudian setiap anak diwajibkan memakai masker sebelumnya. Kemudian para siswa tidak diwajibkan full masuk dari jam 7 sampai 12. Bisa dilakukan secara begiliran.
Ibu Eliyah:
Sejak kami PJJ, masih ada guru yang datang ke sekolah. Artinya sekolah masih tetap dalam keadaan bersih, tidak seperti bangunan tang ditinggalkan. Bahkan beberapa kali kami melakukan penyemprotan desinfektan, sarana cuci tangan, sabunnya, lainya. Kemudian setiap kelas juga mulai diberi jarak, itu sudah dilakukan sejak sebelumnya.
Apa kendala guru selama masa PJJ?
Ibu Eliyah:
Tentunya siswa sudah mulai bosan. Karena bagaimanapun mengajar itu adalah aktivitas bertemu dengan manusia. Walaupun sekarang bertemunya lewat benda seperti lewat laptop atau handphone, tentunya interaksi itu akan beda dibandingkan saat kita bertemu langsung dengan murid.
Apa harapan guru menjelang pembelajaran semester baru pada 2021?
Ibu Eliyah:
Kalaupun nanti sekolah tatap muka atau tetap PJJ, kami mohon kepada yang memiliki wewenang agar kurikulum lebih diringankan. Jadi guru pun tidak terlalu banyak memberikan materi kepada anak. Karena terbatasnya pertemuan.
Pak Suryadi:
Untuk pihak orangtua, tolong jaga kesehatan anak-anak. Beri gizi yang memadai supaya anak lebih kuat kalau barangkali ada sesuatu virus yang masuk ke dalam tubuh. Jadi gizinya ditambah, kesehatan dijaga, kebersihan juga dijaga, istirahat yang cukup. Dengan begitu insyaallah orangtua akan lebih yakin dan tidak khawatir jika putra-putrinya berangkat ke sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI