-
Militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara gelombang kedua yang merusak pabrik tepung ikan Iran.
-
Serangan yang menghantam Pulau Qeshm tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena fasilitas sedang kosong.
-
Ketua Parlemen Iran menegaskan negaranya siap bertempur demi melindungi keamanan dan kepentingan nasional.
Suara.com - Ketegangan di Selat Hormuz kembali membara setelah pasukan militer Amerika Serikat membombardir wilayah pesisir Iran secara masif. Serangan udara tersebut menghantam infrastruktur sipil dan memicu lonjakan eskalasi konflik di jalur maritim paling strategis dunia.
Pemerintah Provinsi Hormozgan melaporkan bahwa rudal jet tempur merusak sebagian fasilitas pabrik tepung ikan Souza di Pulau Qeshm. Beruntung, kompleks industri tersebut sedang berada dalam kondisi kosong saat pemboman terjadi.
Otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat ledakan di area pabrik tersebut. Kendati demikian, hantaman keras ini menandai babak baru konfrontasi bersenjata yang kian agresif di kawasan tersebut.
Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan tindakan ini merupakan gelombang serangan kedua yang mereka luncurkan ke wilayah Iran. Washington berdalih operasi udara ini menyasar titik-titik krusial yang membahayakan jalur perdagangan internasional.
Pihak militer Amerika Serikat menegaskan bahwa tindakan mereka menargetkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang transit secara bebas melalui Selat Hormuz.
Agresi militer ini langsung memicu reaksi keras dari petinggi politik dan perunding utama di Teheran. Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, langsung mengeluarkan pernyataan tegas menanggapi serangan udara bertubi-tubi tersebut.
Ghalibaf menyatakan dengan gamblang sikap politik luar negeri negaranya yang tidak menginginkan adanya pertumpahan darah. Namun, ia mengingatkan warganya bahwa kedaulatan negara adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Dalam pidatonya, Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa negaranya tidak pernah menyambut perang, begitu pula sekarang. Posisi diplomasi ini menunjukkan bahwa Teheran memosisikan diri sebagai pihak yang mempertahankan diri.
Lebih lanjut, pemimpin legislatif tersebut menyerukan mobilisasi kesiapsiagaan penuh kepada seluruh elemen pertahanan negara. Ia meminta pasukan militer tetap waspada menghadapi potensi serangan susulan dari pihak asing.
Baca Juga: Amerika Serikat Incar Pusat Nuklir Iran di Gunung Pickaxe, Mau Dihancurkan
"kita harus selalu bersiap menghadapi pertempuran dan berdiri teguh untuk melindungi keamanan dan kepentingan nasional kita," kata Ghalibaf.
Konflik di wilayah Selat Hormuz memiliki akar sejarah panjang sebagai jalur distribusi minyak mentah global yang sangat vital. Amerika Serikat dan sekutunya kerap menuduh Iran melakukan sabotase dan ancaman terhadap kapal-kapal tanker yang melintas.
Sebaliknya, Iran memandang kehadiran kekuatan militer asing di dekat teritorial mereka sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan. Insiden pemboman pabrik di Pulau Qeshm ini diprediksi akan memperumit upaya diplomasi perdamaian di Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hantaman Rudal Amerika Serikat Merusak Sumber Pangan Iran, Pabrik Tepung Ikan di Pulau Qeshm
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
Ironi Perlindungan Negara: Surat Kehilangan Lebih Dicari daripada Motornya
-
3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata
-
Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget
-
Fakta Menarik Hasil Argentina vs Inggris di Piala Dunia 2026 Tadi Pagi
-
Ongkos Perbaikan Mobil Listrik BekasTerbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset
-
Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Scaloni: Albiceleste Siap Hancurkan Spanyol
-
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
-
UEFA Mulai Gerah! Muncul Desakan Lengserkan Infantino dari Kursi Presiden FIFA