Health / Konsultasi
Sabtu, 12 Desember 2020 | 09:00 WIB
Ilustrasi yoga. (Shutterstock)

Suara.com - Paru-paru adalah organ utama yang diserang virus corona Covid-19. Karena itu, menjaga kesehatan paru-paru sangat penting dalam menghadapi pandemi virus corona Covid-19.

Latihan pernapasan asana terutama pranayama salah satu langkah yang bisa dilakukan. Beberapa laporan juga mengklaim latihan pernapasan itu bisa mengusir virus dari sistem tubuh Anda.

Dr Rajesh Chawla, konsultan senior pulmonologi dan pengobatan pernapasan, Rumah Sakit Indraprastha Apollo, New Delhi, mengatakan latihan pernapasan di masa pandemi virus corona bisa memberikan manfaat besar.

"Latihan pernapasan tidak terlalu membantu tetapi memberikan manfaat bila seseorang memiliki kadar oksigen yang rendah," jelas Dr Rajesh dikutip dari Times of India.

Jika orang berbaring tengkurap menghadap ke tempat tidur, posisi ini akan membuka banyak area ekstra di paru-paru dan membantu pernapasannya.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Cara terbaik untuk mempraktikan pernapasannya adalah berbaring dalam posisi lateral kiri selama 2 jam, pindah posisi lateral kanan 2 jam dan telentang 2 jam.

Posisi ini bisa dilakukan sekali sehari untuk memudahkan proses pernapasan. Latihan ini sangat dianjurkan bagi pasien positif virus corona Covid-19 yang mengalami sesak napas.

Dr Rajesh memperingatkan bahwa setiap kali seseorang mengalami kekurangan oksigen, mereka tidak boleh melakukan latihan pernapasan berat.

Bagi orang yang positif Covid-19 atau pasien dengan penyakit pernapasan seperti asma, latihan pranayama yang melibatkan pernapasan kuat tidak disarankan.

Baca Juga: WHO Revisi Pedoman Aktivitas Fisik, Begini Aturannya!

Sederhananya, praktik pengendalian pernapasan disarankan untuk menjaga kapasitas dan kesehatan paru-paru. Tapi untuk pasien positif Covid-19, pranayama yang kuat tidak disarankan.

Mereka cukup dengan berjalan-jalan pelan di dalam ruangan dan anulom vilom. Seorang dokter Ayurveda terkemuka menasihati setiap orang yang tiba-tiba ingin mempraktikan pranayama untuk melindungi diri dari virus corona atau ingin pulih lebih cepat untuk menunggu beberapa waktu.

"Kalau sudah rutin melakukan pranayama, tidak apa-apa diteruskan tapi jangan memaksakan diri kalau batuk. Anda tidak perlu terlalu memaksakan tubuh," jelasnya.

Hubungan antara kesehatan paru-paru dan olahraga

Kurangnya aktivitas fisik bisa meningkatkan kortisol tubuh dan bisa menghambat parameter penting dari sistem kekebalan. Aktivitas fisik bisa membuat sel-sel kekebalan kembali bekerja dan memainkan peran sangat penting untuk menjaga tubuh.

Latihan fisik diketahui bisa merangsang sel-sel ini. Journal of Health and Sciences and Sports menyatakan bahwa olahraga bisa meningkatkan sistem kekebalan bawaan dengan olahraga sedang.

Load More