Suara.com - Selama pandemi Covid-19, bukan hanya kesehatan fisik yang terdampak, melainkan juga kesehatan mental. Psikolog Klinis, Veronica Adesla, mengatakan bahwa ada enam gangguan psikologis tertinggi yang dialami masyarakat selama pandemi Covid-19.
Enam gangguan ini antara lain hambatan belajar, keluhan stres, keluhan kecemasan, mood swing atau suasana hati yang berubah-ubah, gangguan kecemasan, dan keluhan somatis atau merasakan sakit pada tubuh tanpa diketahui penyebabnya medis.
“Data ini merupakan hasil dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia yang melakukan pendampingan psikologis gratis baik secara konsultasi online maupun offline saat masa pandemi,” ujar Veronica dalam pernyataannya saat dihubungi Suara.com, Jumat (11/12/2020).
Menurutnya, kejenuhan atas situasi pandemi ini menjadi pemicu gangguan psikologis. Apalagi banyak hal diluar kebiasaan yang harus dijalani atau karena kehilangan pekerjaan, sehingga hanya berada di rumah saja.
“Mindset orang mengenai aktivitas seluruh kehidupan dipaksa harus mulai berubah karena pandemi ini. Kondisi gangguan psikologis kemungkinan akan terjadi karena masalah ini, dan ini perlu segera ditangani dengan serius, jangan dibiarkan begitu saja,” jelasnya.
Untuk mengatasinya, dia menyarankan masyarakat untuk bisa mengontrol kesehatan mental dengan kembali lagi berdamai dengan Covid-19. Selain itu bisa juga dengan merefleksikan diri, berolahraga dan juga memanfaatkan bermain bersama keluarga.
Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi baca informasi tentang Covid-19 yang membuat cemas. Jika membaca, bacalah informasi dari sumber media yang memang bisa dipercaya, bukan hanya apa yang beredar dari media social.
“Kesehatan mental dan fisik memiliki kesinambungan. Orang bisa sakit fisik saat mentalnya sedang terganggu, begitupun sebaliknya. Dan, ini akan berpengaruh terhadap hormon-hormon baik yang dibutuhkan tubuh, seperti hormon adrenalin, dopamine dan endorphine,” tutur Veronica.
Baca Juga: Pandemi Belum Habis, Satgas Covid-19 Cari 1.000 Relawan Dokter dan Perawat
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh