Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat banyak orang, terutama ibu, merasa tertekan hingga frustasi.
Padahal psikolog dari TigaGenerasi Putu Andani mengatakan, kondisi pikiran yang tertekan akan membuat seorang ibu menjadi tidak bergairah dalam melakukan berbagai hal.
Kondisi itulah yang disebut burnout. Burnout merupakan istilah gangguan pada mental seseorang yang membuatnya tidak memilki gairah terhadap apa yang dikerjakannya.
Berbicara dalam Webinar BaBe mengenai Peran Ibu di Tahun 2021, seorang Mompreneur bernama Zhafira Loebis membagikan tips untuk seorang ibu saat menghadapi burnout di tengah pandemi.
Beberapa tips tersebut antara lain:
1. Manfaatkan kesukaan, ketika seorang ibu menyukasi suatu hal, seperti memasak. Cari celah dari kegiatan tersebut. Misalnya, ibu dapat menjual makanan untuk mendukung kondisi ekonomi keluarga.
2. Belajar mengenali emosi dan maafkan diri sendiri.
3. Tentukan prioritas yang sangat diperlukan. Banyaknya peran ibu di masa pandemi, membuatnya harus bisa menentukan prioritas yang dibutuhkan
4. Mulai mencoba dan jangan malu untuk bertanya. Mencoba hal baru tidaklah buruk. Kita juga harus menyiapkan mental terhadap sesuatu yang tidak terduga. Selain itu, jangan pernah malu untuk bertanya kepada orang lain.
Baca Juga: Tempat Wisata Makassar Paling Hits dan Terpopuler
Senior Business Development Manager BaBe Shelly Tantri, memberikan keterangan ibu dapat saling bertukar informasi mengenai berbagai tips.
Babe juga melakukan riset yang mengatakan, banyaknya pencaharian ibu mengenai kegiatan yang harus dilakukan selama masa pandemi.
Hal itu menunjukkan ibu sangat ingin mengetahui berbagai hal yang harus dilakukan. Untuk itu berbagi tips satu sama lain sangat penting terhadap ibu terutama untuk tahun mendatang. (Penulis: Fajar Ramadhan)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026