Tekno / Sains
Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:52 WIB
BMKG, pada Rabu (19/8/2026), memprakirakan gempa susulan di Flores, NTT masih akan terjadi hingga 30 hari ke depan. Gempa Flores berkekuatan 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 dan menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan bangunan rusak. [Antara]
Baca 10 detik
  • BMKG memprakirakan gempa susulan di Flores, NTT, masih akan terus berlangsung selama 21 hingga 30 hari ke depan.
  • BNPB menyiapkan skema bantuan dana perbaikan sebesar Rp15 juta hingga Rp30 juta bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
  • Pemerintah juga menyediakan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu dan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak kerusakan berat.

Suara.com - Gempa susulan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih akan berlangsung selama 21 hingga 30 hari ke depan, demikian diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus lalu memiliki kekuatan 7,7. Gempa utama itu telah diikuti oleh lebih dari 3000 gempa susulan hingga 19 Agustus.

"Berdasarkan hasil monitoring BMKG, aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung. Secara umum dari grafik terlihat bahwa kecenderungannya menurun, walaupun dalam beberapa periode masih terjadi peningkatan aktivitas, tetapi gempa susulan akan menurun. Dengan data yang ada saat ini, kira-kira (masih akan berlangsung) dalam 21-30 hari ke depan, tetapi akan menurun," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Patung di Gereja Katolik Paroki St. Maria Ratu Rosario Tersuci mengalami kerusakan akibat gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu (19/8/2026). [Antara]

Nelly menjelaskan secara spasial sebaran gempa susulan tersebut terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat dan memperlihatkan keterkaitan dengan zona tektonik.

"BMKG terus melakukan monitoring dan analisis untuk mendapatkan gambaran lebih baik terhadap aktivitas kegempaan tersebut," ujar dia.

BMKG juga mencatat bahwa per hari ini, Rabu (19/8) pukul 14.00 WIB, sebanyak 3.002 gempa susulan dengan magnitudo 1,1-6,2, dan sebanyak 86 gempa bumi susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat, serta terdapat 25 kejadian dengan magnitudo 5 atau lebih.

"Jumlah gempa susulan banyak itu, karena sebagai bagian dari penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi, sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah ada gempa utama yang besar," ucap Nelly.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan dukungan tersebut disiapkan berdasarkan tingkat kerusakan rumah dan akan diberikan setelah proses pendataan serta verifikasi selesai dilakukan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Patung di Gereja Katolik Paroki Ave Maria di Palue, NTT mengalami kerusakan akibat gempa Flores pada 15 Agustus lalu. [Antara]

"Pemerintah menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak. Untuk rumah dengan kategori rusak ringan, BNPB akan memberikan dukungan sebesar Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang mendapatkan dukungan sebesar Rp30 juta," kata Suharyanto.

Sementara itu, bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat, pemerintah menyiapkan solusi berupa pembangunan hunian tetap (huntap). Namun, sebelum proses pembangunan huntap dapat direalisasikan, BNPB juga menyiapkan solusi hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak berat melalui Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu.

Load More