- Solois Ardhito Pramono resmi menggugat mantan labelnya, Sony Music Entertainment Indonesia, terkait sengketa pembagian royalti.
- Gugatan hukum ini dilayangkan karena adanya ketidaktransparansi royalti dan penggunaan lagu tanpa izin sejak 2023.
- Ardhito mengaku mengalami kerugian materiil sebesar Rp5,7 miliar akibat penahanan hak royalti oleh pihak label.
Suara.com - Solois Ardhito Pramono resmi melayangkan gugatan terhadap mantan labelnya, Sony Music Entertainment Indonesia.
Gugatan ini mencuat ke publik setelah adanya ketidaksepakatan yang berlarut-larut mengenai transparansi pembagian royalti atas karya-karya hits sang musisi.
Selama ini, Ardhito dikenal sebagai salah satu "anak emas" yang sukses melahirkan deretan album puji-pujian kritikus di bawah naungan label raksasa tersebut.
Namun, di balik harmoni musik jazz dan pop yang ia bawakan, ternyata tersimpan api konflik yang kini membara di ranah hukum.
Ardhito mengaku mengalami kerugian sebesar Rp5,7 miliar karena pembagian royalti yang tidak transparan, yang dia rasakan sejak 2023.
Menurut pengacara Ardhito, Adityo Ramadhan, ada dua masalah utama dalam kasus ini.
Pertama, pihak Ardhito menuding Sony Music menahan sejumlah royalti dari lagu-lagu sang penyanyi sejak tiga tahun lalu.
Yang kedua, Sony Music tanpa seizin Ardhito memberikan izin sinkronisasi penggunaan lagu artis 31 tahun itu dalam sejumlah serial drama Korea melalui Sony Korea. Dari situ, Ardhito juga tidak mendapatkan haknya.
Langkah Berani di Tengah Industri
Langkah Ardhito ini tergolong berani. Di industri musik Indonesia, menggugat label mayor sekelas Sony Music bukanlah perkara kecil.
Namun, tindakan pelantun "Bitterlove" ini dinilai banyak pihak sebagai momentum bagi para musisi lokal untuk lebih vokal dalam memperjuangkan hak mereka.
Media sosial pun mulai ramai dengan dukungan dari para penggemar. Tagar dukungan untuk Ardhito mulai bermunculan, menuntut keadilan bagi pencipta lagu yang telah menemani hari-hari pendengar dengan melodi indahnya.
Salah satu dukungan muncul dari sesama musisi yakni Roby Satria alias Roby Geisha. Roby bahkan siap memberikan bantuan hukum bila diperlukan.
"Gue tidak sedang berdiri di kiri atau kanan, apalagi ingin memperkeruh keadaan. Tapi sebagai seseorang yang pernah mengenal Ardhito secara langsung, rasanya ada sesuatu yang mengganjal kalau hanya memilih diam dan menonton tanpa menunjukkan kepedulian," tulis Roby di akun Instagram-nya.
Respons Pihak Sony Music
Hingga berita ini diunggah, pihak Sony Music Entertainment Indonesia belum memberikan pernyataan resmi secara mendetail terkait gugatan tersebut.