Suara.com - Ada banyak hal yang dapat memengaruhi suasana hati kita, termasuk cuaca. Terutama dengan curah hujan yang tinggi seperti sekarang ini.
Studi besar pada 1974 yang terbit di jurnal Acta Paedopsychiatrica menunjukkan 18% anak laki-laki, dan 29% anak perempuan yang menjadi peserta studi terpengaruh secara negatif pada kondisi cuaca tertentu.
Cuaca tersebut membuat mereka mengalami gejala kekelahan mood dysphoric, mudah tersinggung dan sakit kepala.
Sebuah studi yang terbit di Psychological Science pada 2005 pun menunjukkan bahwa cuaca yang menyenangkan (suhu atau tekanan barometrik yang lebih tinggi) berhubungan dengan suasana hati serta memori yang lebih baik.
Dalam buku The Highly Sensitive Person oleh Elaine Aron, PhD, menjelaskan bahwa cuaca akan lebih memengaruhi seseorang jika orang tersebut sangat sensitif.
Penelitian menunjukkan, dilansir Everyday Health, orang yang hipersensitif secara genetik berbeda dari orang yang memiliki tingkat kepekaan normal.
Kemungkinan inilah yang menjelaskan mengapa hujan atau dingin dan panas lebih memengaruhi beberapa orang dibanding yang lain. Reaksi atau tanggapan seseorang terhadap cuaca bergantung pada tingkat sensivitasnya.
Namun, dari sekian banyak aspek cuaca, sinar matahari adalah yang paling erat dengan suasana hati. Sinar matahari terbukti dapat meningkatkan suasana hati secara positif meredam mood negatif, dan mengurangi kelelahan.
Berdasarkan The Conversation, apa pun yang mengubah suasana hati dapat memengaruhi perilaku kita. Orang yang bahagia cenderung lebih menyukai banyak hal, dan mereka lebih bersifat menolong saat ada matahari.
Baca Juga: Suntuk? Ini Enam Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Memperbaiki Suasana Hati!
Satu studi di Minnesota menunjukkan orang-orang lebih sering memberi tip dalam jumlah banyak pada hari yang cerah. Lebih dari itu, matahari juga dapat 'meluluhkan hati'.
Bahkan, sebuah studi 2013 oleh psikolog Prancis Nicolas Guéguen menunjukkan pria yang menyatakan cinta pada hari yang cerah mencapai tingkat keberhasilan hingga 22% dibanding saat mendung, yang hanya 14%.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak