Suara.com - Pada momen Hari Ibu sekarang ini, kita perlu saling mengingatkan betapa pentingnya aktivitas fisik bagi semua wanita sepanjang hidupnya.
Aktivitas fisik secara teratur bermanfaat bagi kesehatan Anda. Setiap aktivitas fisik lebih baik daripada tidak melakukan aktivitas fisik apapun.
Dilansir dari Womens Health, Pedoman Aktivitas Fisik bisa membantu Anda merencanakan banyaknya aktivitas fisik yang harus dilakukan setiap minggunya.
1. Aktivitas fisik untuk wanita dewasa
Jika Anda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas dan ingin mulai berolahraga, mulaikan secara perlahan dengan lebih sering gerak di sekitar rumah.
Cobalah lakukan peregangan atau angkat beban sambil menonton TV. Anda bisa mengangkat kaleng makanan, kendi berisi air atau barang rumah tangga lainnya.
Berjalan di tempat yang aman di dekat tempat tinggal Anda adalah cara terbaik untuk mulai melakukan lebih banyak olahraga atau aktivitas fisik untuk wanita dari segala usia. Anda tidak memerlukan pakaian atau peralatan olahraga khusus, cukup sepatu jalan yang nyaman.
2. Aktivitas fisik untuk wanita disabilitas
Disabilitas mungkin membuat Anda lebih sulit untuk beraktivitas, tetapi masih banyak cara untuk tetap aktif secara fisik. Aktivitas fisik membantu fleksibilitas, mobilitas dan koordinasi.
Baca Juga: Klarifikasi BPOM: Info Vaksin Sinovac Paling Lemah Tidak Benar
Aktivitas fisik secara teratur juga bisa membantu Anda tetap mandiri dengan mencegah gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung.
Wanita disabilitas harus memiliki jumlah aktivitas fisik yang sama dengan semua orang dewasa. Artinya, setidaknya 2 jam 30 menit setiap minggu dengan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang dan 2 hari atau lebih setiap minggu aktivitas penguatan otot.
Manfaat lain aktivitas fisik untuk wanita penyandang disabilitas termasuk membantu meningkatkan ketahanan otot, mengurangi gejala kecemasan dan depresi serta mengurangi pembengkakan sendi dan nyeri atritis.
3. Aktivitas fisik untuk wanita lansia
Seiring bertambahnya usia, wanita harus tetap menjaga tubuhnya tetap aktif. Aktivitas fisik yang teratur bisa membantu Anda tetap sehat dan kuat.
Aktivitas fisik memberikan banyak manfaat kesehatan untuk wanita lansia, yakni mencegah keropos otot dan tulang, mengurangi risiko patah tulang, mencegah penyakit jantung, diabetes, pembengkakan nyeri, gejala kecemasan, depresi dan membuat Anda merasa nyaman.
Berita Terkait
-
Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
-
Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia