Suara.com - Sakit leher saat bangun tidur sering dianggap sebagai salah bantal. Meski penyebabnya tak selalu salah bantal, sakit leher saat bangun tidur bisa dicegah.
Selain letak kepala pada bantal, posisi tidur juga jadi salah satu penyebab sakit leher saat bangun. Untuk mencegah hal ini terulang kembali, coba cara berikut seperti dilansir dari laman Health Harvard.
1. Sesuaikan bantal dengan posisi leher
Coba gunakan bantal yang disesuaikan dengan posisi leher. Dianjurkan menggunakan bantal bulu karena lebih empuk dan nyaman. Namun, bantal jenis ini biasanya akan pipih seiring pemakaian.
2. Sesuaikan bantal dengan bentuk kepala
Memilih bantal yang sesuai dengan kontur kepala dan leher akan mencegah munculnya rasa sakit pada leher. Biasanya, bantal seperti ini terbuat dengan busa. Hal ini karena bantal busa membantu meletakkan posisi tulang belakang dengan tepat.
3. Hindari bantal yang tinggi dan kaku
Bantal yang terlalu tinggi dan kaku akan membuat leher menjadi sakit. Hal ini karena jenis bantal ini akan membuat leher tertekuk semalaman sehingga menyebabkan rasa nyeri keesokan harinya.
4. Jaga tulang belakang tetap lurus
Saat tidur menghadap ke samping, usahakan tulang belakang tetap lurus. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan bantal di bawah leher alih-alih di bagian kepala.
5. Gunakan penyangga leher
Sering kali kita juga tidur di dalam pesawat, mobil, atau kereta. Usahakan gunakan bantal penyangga untuk menopang leher agar kepala tidak sakit. Jenis bantal leher ini sudah banyak dijual di pasaran.
Rasa sakit pada leher ini rupanya juga bisa terjadi di luar posisi tidur. Penelitian mengatakan, orang bisa mengalami sakit leher akibat gangguan tidur, seperti sulit tidur.
Gangguan tidur akan mengganggu relaksasi dan penyembuhan otot. Itulah yang menimbulkan rasa sakit. Jadi bukan hanya pada posisi tidur Anda, tetapi juga waktu tidur Anda. (Fajar Ramadhan)
Baca Juga: Sakit Leher akibat Bekerja dari Rumah, Ahli Sarankan Atasi Pakai Kentang!
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem