Suara.com - Aktivitas seksual solo atau sendiri adalah satu-satunya cara yang paling aman untuk berhubungan seks selama pandemi virus corona Covid-19.
Sebelumnya, pemerintah di New South Wales, Australia telah memberikan arahan untuk tetap memakai masker selama aktivitas seksual di kamar tidur dengan pasangan seksual.
Pemerintah Australia juga mendesak semua orang untuk melakukan tindakan pencegahan ekstra dan disarankan menghindari berciuman.
Langkah pencegahan penularan virus corona itu harus dilakukan ketika seseorang hendak berhubungan seks dengan pasangan seksual yang tidak tinggal satu rumah.
Karena itu pula, pemerintah telah menegaskan bahwa hubungan seks dengan pasangan yang tinggal satu rumah justru akan baik-baik saja.
Jika Anda dan pasangan tinggal di tempat yang berbeda, para ahli mengatakan bahwa aktivitas seksual mandiri atau masturbasi justru satu-satunya metode seks paling aman selama pandemi virus corona.
"Sayangnya, berhubungan seks dengan seseorang di luar rumah tangga atau tidak tinggal satu rumah membawa risiko dan Anda tidak mungkin bisa menjaga jarak fisik," jelas ahli, dikutip dari The Sun.
Kepala petugas kesehatan New South Wales Health, Kerry Chant mengatakan nasihat tentang hubungan seks ini mulai disesuaikan sejak terjadinya pandemi virus corona Covid-19.
Sedangkan, Inggris memilih untuk memberlakukan kembali masa isolasi atau penguncian untuk mengontrol penyebaran virus corona Covid-19. Bahkan, pemerintah Inggris membatasi lingkaran sosial di luar rumah.
Baca Juga: Bukan Covid-19, Para Ilmuwan Sebut 5 Penyakit Ini Lebih Mematikan!
Terkait hubungan seksual, badan kesehatan di Inggris telah mengeluarkan pedoman baru dan beberapa pihak menyetujui bahwa masturbasi memang metode seksual paling aman selama periode penguncian, terutama bagi orang yang tidak tinggal stau rumah dengan pasangan atau hendak berhubungan seks dengan seseorang di luar.
"Pasangan seksual yang terbaik selama pandemi Covid-19 adalah diri Anda sendiri atau pasangan yang sudah tinggal satu rumah. Di luar itu, Anda harus tetap menjalankan pedoman pemerintah selama pandemi," jelas Terrence Higgins Trust.
Pedoman aktivitas seksual ini diberlakukan karena virus corona Covid-19 bisa ditularkan melalui air liur. Oleh karenanya, hubungan seksual dinilai sebagai aktivitas yang paling berisiko untuk menularkan virus.
Studi sebelumnya juga telah mengungkapkan bahwa pria masih bisa menularkan virus itu kepada pasangannya melalui hubungan seks. Karena, beberapa penelitian menemukan adanya virus corona di dalam air mani.
Para peneliti di China menganalisis sampel dari 38 pria yang tertular Covid-19 yang mana 23 di antaranya telah pulih. Tetapi, hasil tesnya mengungkapkan bahwa 6 dari mereka memiliki virus pada sperma, termasuk 2 orang yang sudah sembuh.
Sementara itu, berhubungan seks dengan orang baru masih disarankan untuk tidak dilakukan sekarang ini. Anda disarankan untuk melakukan hubungan seks hanya dengan pasangan yang tinggal satu rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien