Suara.com - Menunda penyuntikan dosis kedua vaksin virus corona akan meningkatkan kemungkinan munculnya jenis Covid-19 yang kebal vaksin. Hal ini dinyatakan oleh Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat Inggris (Sage).
Melansir dari Independent, para ahli juga memperingatkan munculnya varian baru yang resisten terhadap vaksin cukup memang memungkinkan.Dalam makalah yang dirilis pada hari Jumat (22/1/21), para ilmuwan Sage menyatakan bahwa ada peningkatan risiko replikasi virus di bawah kekebalan parsial setelah satu dosis dibandingkan setelah dua dosis vaksin.
"Semakin banyak virus ditularkan dan berkembang biak di antara manusia, semakin besar kemungkinan ia akan mengalami mutasi dan itulah yang terjadi di seluruh dunia," ujar Sir Patrick Vallance, kepala Sage.
"Selalu ada risiko jika Anda mulai memiliki kekebalan parsial, tetapi ada juga manfaatnya yaitu kekebalan parsial benar-benar dapat menghentikan infeksi lebih cepat," imbuhnya.
Vallance menambahkan bahwa sebagian besar mutasi akan menjadi tidak begitu parah, tetapi beberapa mungkin bisa kebal terhadap vaksin.
"Ada data teoritis dan eksperimental yang mendukung kemungkinan bahwa virus dapat menghasilkan varian baru yang akan menghindari terapi antibodi, plasma pemulihan, dan vaksin serta kekebalan alami," catat para peneliti.
Penelitian tersebut menekankan bahwa orang yang divaksinasi yang kemudian mengembangkan Covid-19 perlu dilakukan pengurutan genetik secepat mungkin untuk memahami apakah memunculkan varian baru. Urutan pengujian genetik akan membantu mengidentifikasi varian baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial