Suara.com - Bruntusan selalu jadi masalah banyak orang, yang dianggap mengurangi penampilan wajah secara umum. Maka dari itu simak 5 cara menghilangkan bruntusan dengan bahan alami berikut ini.
Bruntusan bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari adanya alergi, paparan bahan kimia, proses dari suatu pengobatan, hingga polusi udara dan cuaca yang tengah tidak menentu.
Sebenarnya cara menghilangkan bruntusan sendiri tidak terlalu sulit, dan bisa menggunakan berbagai bahan alami. Namun tidak sedikit juga yang justru memilih perawatan mahal di pusat atau klinik kecantikan.
Ada beberapa cara menghilangkan bruntusan yang cukup sederhana. Berikut penjelasan singkatnya.
1. Campuran Lemon dan Putih Telur
Cara menghilangkan bruntusan yang pertama adalah dengan menggunakan campuran dari lemon dan putih telur. Cukup mudah, Anda tinggal mencampurkan keduanya dengan takaran yang seimbang.
Kemudian setelah tercampur, oleskan campuran tersebut pada bagian wajah secara merata dan diamkan selama 20 menit. Setelah selesai, bilas sampai bersih untuk mendapatkan hasil maksimal.
Sebagai catatan, untuk Anda yang memiliki kulit sensitif tidak disarankan untuk mencoba hal ini karena lemon sendiri termasuk memiliki sifat yang asam dan justru dapat memicu iritasi.
2. Lidah Buaya
Baca Juga: 8 Tips Hidup Sehat Jasmani dan Ruhani Ala Rasulullah
Lidah buaya sendiri termasuk salah satu bahan alami yang sangat bersahabat dengan kondisi kulit wajah. Sensasi dingin yang ditimbulkan ketika dioleskan ke bagian wajah memberikan rasa nyaman, sehingga gatal yang disebabkan bruntusan bisa berkurang.
Caranya, anda tinggal mengupas lidah buaya yang sudah disiapkan, lalu mengoleskannya pada bagian wajah yang bruntusan. Bilas dengan bersih sesudah menggunakannya. Lebih direkomendasikan untuk menggunakan gel lidah buaya yang telah diolah sebelumnya, yang bisa didapatkan di toko atau apotek terdekat.
3. Madu
Bahan alami lain yang bisa menjadi cara menghilangkan bruntusan adalah madu. Khasiatnya juga dipercaya bisa membantu mengatasi masalah kulit yang kusam serta jerawat yang terus menerus muncul.
Anda tinggal mengoleskan madu murni secukupnya pada area yang mengalami bruntusan, dan biarkan mengering. Setelah itu bilas dengan air bersih sampai benar-benar tak ada lagi sisa madu yang menempel.
Pastikan penggunaan madu murni dengan sesedikit mungkin campuran bahan lain, dan terlebih dahulu bersihkan bagian wajah dengan sabun cuci muka yang Anda miliki.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun