Suara.com - Belum lama ini, media sosial dihebohkan dengan berita metode tes Covid-19 terbaru di China. Alih-alih melakukan tes usap tenggorokan, ada metode tes baru menggunakan tes usap lubang anus.
Kini, metode tes Covid-19 lain tengah dikembangkan dan melibatkan permen!
Mengutip Daily Mail, Selasa (2/2/2021) metode tes Covid-19 yang dikembangkan peneliti dari Ohio State ini berangkat dari ditemukannya 86 pasien Covid-19 mengalami gejala hilang indera pengecapan dan penciuman.
Tidak kurang dari 8 rasa permen sedang dikembangkan untuk metode tes ini. Nantinya peserta akan diminta mengidentifikasi setiap rasa dan aroma dari permen selama 90 hari.
Jika dalam satu waktu indera penciuman atau perasa tidak bisa bekerja, permen yang tersambung dalam aplikasi akan memperingatkan peserta untuk melakukan karantina mandiri atau menjalani tes Covid-19.
"Siapa yang tidak suka permen. Ini adalah stimulus ideal karena orang ingin menjalani tesnya," terang Peneliti Christopher Simons, Profesor Ilmu Teknologi Makanan di Ohio State.
Tahap pertama uji coba tes Covid-19 ini, membuktikan seberapa baik permen bisa bekerja dibanding dengan metode manual seperti mencicipi obat pahit.
Jika pasien dinyatakan positif melalui tes ini, yang dikonfirmasi dengan tes PCR, maka uji coba berlanjut ke jangka tes Covid-19 terhadap 2.800 orang selama 90 hari.
Semua peserta ini akan diminta mengendus dan memakan sepotong permen setiap hari, selama periode uji coba atau penelitian.
Baca Juga: Tes Swab Anal untuk Covid-19, Warga China Ngaku Rasanya Memalukan
Menurut Simons, tes Covid-19 dengan permen ini memanfaatkan dua jalur virus yakni hidung yang disebut orthonasal dan bagian belakang tenggorokan yang disebut retronasal.
Selanjutnya peserta akan melaporkan yang apa yang dirasa, terdeteksi aroma dan seberapa tinggi intensitasnya.
Jika aplikasi menyatakan tiba-tiba kehilangan, maka peserta akan langsung menerima notifikasi untuk segera melakukan tes Covid-19 atau menjalani karantina mandiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh