Suara.com - Air susu ibu atau ASI merupakan asupan penting bagi si kecil, pada enam bulan pertama setelah masa kelahiran. Meski demikian, masih banyak orangtua baru yang kurang teredukasi soal pemberian ASI.
Mulai dari posisi memberikan ASI, hingga jadwal menyusui yang tepat. Lantas, Kapan waktu yang tepat untuk memberikan ASi bagi si kecil?
Menurut La Leche League International, melansir dari Healthline, bagi Ibu yang telah melahirkan, bayi harus mulai menyusui dalam waktu 1 jam setelah lahir dan memberikan sekitar 8-12 kali menyusui setiap hari.
Penting untuk tidak membiarkan sang bayi lebih dari 4 jam tanpa menyusui. Hal ini perlu terus dilakukan sampai proses menyusui sudah baik dan berat badan sang bayi naik.
Saat tumbuh dan suplai ASI Anda meningkat, sang bayi akan dapat mengonsumsi lebih banyak ASI dalam waktu yang lebih singkat. Saat itulah dapat melihat pola yang lebih dapat diprediksi.
Setiap bayi memiliki keunikannya masing-masing, tetapi satu hal yang cukup konsisten adalah, bahwa mereka yang disusui atau diberikan makan lewat ASI, lebih sering daripada bayi yang diberi susu botol. Hal itu karena ASI lebih mudah dicerna daripada susu formula.
Berikut jadwal menyusui untuk bayi yang tepat bagi Anda:
- 1 hingga 3 bulan: Bayi Anda akan menyusu 7 hingga 9 kali per 24 jam.
- 3 bulan: Pemberian makan dilakukan 6 sampai 8 kali dalam 24 jam.
- 6 bulan: Bayi Anda akan menyusu sekitar 6 kali sehari.
- 12 bulan: Perawatan bisa turun menjadi sekitar 4 kali dalam sehari. Pengenalan makanan padat pada usia sekitar 6 bulan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan bayi Anda.
Pola jadwal tersebut bisa dilakukan bagi bayi di rumah, demi pertumbuhan sang buah hati Anda.
Baca Juga: Pandemi Covid-19, Pemberian ASI Eksklusif Anak Indonesia Justru Meningkat
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang