Suara.com - Gigi bungsu geraham yang terletak di bagian paling belakang biasanya muncul di antara usia 17 hingga 21 tahun.
Gigi ini kerap bermasalah, sehingga banyak dokter menyarankan gigi bungsu geraham sebaiknya dicabut karena bisa menyebabkan komplikasi.
"Jangan menunggu sampai sakit, terinfeksi atau mengalami pembengkakan parah," ujar John Luther, Dokter Gigi di Western Dental and Orthodontic, mengutip Insider, Sabtu (6/2/2021).
Berikut 5 hal yang bisa terjadi apabila gigi bungsu geraham tidak dicabut:
1. Sakit dan nyeri pada gigi
Karena tumbuhnya yang lambat, gigi bungsu geraham umumnya tidak punya tempat yang cukup, sehingga terjebak di dalam gusi.
Gigi yang tidak tumbuh sempurna dan terjebak ini disebut dengan impaksi gigi yang bisa memicu rasa nyeri, pembengkakan dan rasa ketidaknyamanan.
2. Terjadi infeksi
Jika gigi bungsu geraham hanya muncul sebagian, karena tidak memiliki ruang. Maka gigi ini rentan terinfeksi karena makanan yang terjebak di dalamnya, dan lebih sulit untuk dibersihkan baik melalui obat kumur atau sikat gigi.
Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Gusi Bengkak
3. Gigi rusak dan berlubang
Akibat posisinya yang sulit dibersihkan, maka bakteri dan kuman yang bersumber dari makanan sisa yang terjebak bisa menyebabkan gigi rusak dan berlubang.
Jika sudah berlubang maka, akan ada rasa nyeri dan bisa menyebabkan gangguan makan atau kemampuan tidak bisa mengunyah.
4. Mengubah senyum
Saat gigi bungsu geraham keluar, ia akan mendorong gigi lainnya sehingga posisinya tidak bisa sejajar atau tidak lagi estetis. Hasilnya senyum jadi berubah dan tidak lagi sama alias tidak simetris karena posisi gigi yang berubah.
5. Menimbulkan kista dan tumor
Gigi geraham bungsu yang hanya timbul sebagian bisa menyebabkan tumor dan kista pada gigi. Ini bisa mempengaruhi rahang dan kesehatan gigi, serta bagian lainnya di mulut.
"Jika Anda merasakan sakit, alami pembengkakan, tidak mampu untuk membersihkan, atau jika ada kerusakan pada gigi geraham, segeralah berkonsultasi dengan dokter apakah perlu dicabut atau menjalani tindakan medis lainnya," pungkas Dokter Luther.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan