Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan beberapa negara bagian di Amerika Serikat tidak memasukkan hasil tes antigen dalam penghitungan jumlah total kasus Covid-19 secara nasional.
Negara bagian tersebut adalah California, Colorado, Maryland, Missouri, dan Nevada. Mereka secara terbuka hanya melaporkan kasus yang dikonfirmasi dengan tes PCR.
Menurut negara-negara tersebut, hasil tes antigen umumnya dianggap tidak akurat, dan jika pengujian antigen meningkat di AS, pengecualian ini dapat menyebabkan potensi kesalahan perhitungan, lapor CNN.
"Tes antigen relatif murah, dan sebagian besar dapat digunakan dalam tempat perawatan. Sebagian besar tes resmi saat ini dapat mengeluarkan hasilnya dalam waktu sekitar 15 menit," kata BPOM AS (FDA).
FDA menambahkan, umumnya tes tersebut kurang sensitif dibanding tes jenis lainnya. Karena perbedaan akurasi ini, beberapa negara bagian memilih untuk hanya melaporkan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dengan pengujian PCR.
Tes antigen bekerja dengan mendeteksi protein dari virus corona, sedangkan tes PCR mendeteksi materi genetik yang disebut RNA.
Menurut FDA, hasil positif dari tes antigen biasanya sangat akurat, tetapi positif palsu juga dapat terjadi, terutama di daerah di mana sangat sedikit orang yang terjangkit virus.
Sedangkan hasil negatif dari tes antigen mungkin perlu dikonfirmasi ulang dengan tes PCR, karena tes antigen lebih mungkin melaporkan hasil negatif palsu daripada positif palsu.
"Kekhawatirannya, mungkin ada orang yang terinfeksi Covid-19 terlewat oleh tes berbasis antigen ini," tutur David Dowdy, ahli epidemiologi penyakit menular di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg.
Baca Juga: Korea Selatan Lakukan Tes Covid-19 Khusus Hewan Peliharaan
Namun, hal ini membuatnya khawatir apabila di masa depan tidak melaporkan kasus secara terbuka, termasuk hasil dari tes antigen, dapat menggambarkan hasil yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
"Saya pikir semakin banyak tes berbasis antigen ini digunakan, pasti ada risiko kita akan melihat perkiraan (hasil) yang lebih rendah dari jumlah kasus Covid-19 di negara ini (AS), dan terutama di negara bagian yang tidak melaporkannya, jika ini tidak dilaporkan di masa depan," sambungnya.
Sedangkan di beberapa negara bagian lainnya, misalnya Hawaii, hasil tes antigen dimasukkan ke dalam jumlah kasus total sebagai 'kasus yang mungkin terjadi'. Jadi, hasil dari antigen tidak dimasukkan ke presentase positif yang sebenarnya.
"Tes antigen dihitung sebagai kasus yang mungkin terjadi, bukan sebagai kasus yang dikonfirmasi," tutur Brooks Baehr, juru bicara Departemen Kesehatan Negara Bagian Hawaii.
"Tetapi untuk menguji persen kepositifan, tes antigen tidak termasuk dalam penghitungan kami karena kami kekurangan jumlah yang akurat dari jumlah total tes antigen yang dilakukan di negara bagian kami," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem