Suara.com - Ada banyak alasan yang mungkin membuat Anda ingin menghentikan metode kontrasepsi yang Anda gunakan. Dalam hal ini, jika Anda sedang menggunakan pil KB, cobalah pertimbangkan berbagai efek sampingnya.
Apapun alasannya, menghentikan alat kontrasepsi mungkin memiliki beberapa efek samping yang tidak menyenangkan bagi Anda. Melansir dari Insider, berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat Anda menghentikan kontrasepsi:
1. Kehamilan
Anda bisa hamil dalam beberapa hari setelah menghentikan pengendalian kelahiran. Namun, hal ini bisa memakan waktu lebih lama jika Anda mengalami menstruasi yang tidak teratur sebelum mulai minum pil atau kalau Anda belum pernah melahirkan sebelumnya.
2. Masalah Siklus Menstruasi
Menurut Christine Greves, MD, seorang OB-GYN di Rumah Sakit Winnie Palmer Kesehatan Orlando untuk Wanita dan Bayi, ada kemungkinan terjadinya masalah siklus menstruasi setelah menghentikan kontrasepsi oral atau pil KB.
"Pil KB sangat bagus untuk membantu nyeri haid sehingga Anda mungkin melihat beberapa ketidaknyamanan dan kurangnya keteraturan saat Anda berhenti minum obat," kata Greves.
3. Jerawat
Kontrol kelahiran membantu mencegah jerawat hormonal. "Jadi jerawat Anda mungkin kembali setelah Anda berhenti minum pil," kata Greves.
Baca Juga: Kontrasepsi IUD Bikin Hubungan Seks Menyakitkan, Benarkah?
Anda mungkin tidak perlu khawatir tentang hal ini jika tidak berjerawat sebelum mulai menggunakan kontrasepsi.
4. Perubahan Berat Badan
Anda mungkin mengalami sedikit perubahan berat badan saat Anda tidak lagi menggunakan kontrasepsi oral. Namun, hal tersebut lebih mungkin disebabkan oleh retensi cairan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia