Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 telah berdampak pada kesehatan mental sejumlah orang, terutama wanita pekerja. Mereka mungkin paling merasakan ketegangan akibat pandemi di tengah bekerja, mengurus anak sekolah online, dan menghadapi dampak ekonomi.
Pada wanita ditemukan lebih dari seperempat atau 26 persen merasa cemas, satu dari lima orang mengalami depresi dan 19 persen merasa khawatir terus-menerus.
Sedangkan pria, sebanyak 19 persen cemas, 15 persen depresi dan 16 persen mengalami kekhawatiran terus-menerus selama pandemi virus corona.
Di antara pria dan wanita yang sibuk bekerja di rumah, hanya 33 persen yang bisa menerima situasi pandemi virus corona dan 22 persen lebih merasakan cemas terus-menerus.
Secara keseluruhan, survei oleh perusahaan asuransi Canada Life menemukan orang yang berusia di atas 55 tahun lebih optimis daripada rekan-rekan mereka yang lebih muda.
Sebanyak 40 persen juga optimis tentang peluncuran dan efektivitas vaksin Covid-19 dibandingkan dengan hanya 20 persen dari kelompok usia yang lebih muda.
Kemudian, dua pertiga pekerja penuh waktu dari rumah merasa lebih siap menghadapi pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini daripada sebelumnya.
"Karena banyaknya orang yang bekerja dari rumah, potensi karyawan merasa terisolasi atau kewalahan meningkat," kata Crook, dari Canada Life dikutip dari Express.
Tapi sekarang, mereka bergantung pada keluarga dan teman, meditasi atau dukungan dari tempat kerjanya selama bekerja dari rumah akibat pandemi virus corona.
Baca Juga: Mutasi Virus Corona, FDA Sarankan Peneliti Modifikasi Vaksin Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh