Suara.com - Vaksin Pfizer dan Oxford-AstraZeneca disebut efektif bahkan untuk orang lanjut usia (lansia) Inggris. Kedua vaksin tersebut mengurangi infeksi virus corona dan penyakit parah di antara orang tua di mana pengurangan kebutuhan rawat inap mencapai 80 persen.
Melansir dari Medical Xpress, di usia 80-an satu dosis dari masing-masing vaksin lebih dari 80 persen efektif mencegah rawat inap sekitar tiga hingga empat minggu setelah vaksinasi. Hal ini dinyatakan pada studi Kesehatan Masyarakat Inggris yang dikemukakan pada Senin (1/3/2021).
"Data rinci menunjukkan bahwa perlindungan yang Anda dapatkan dari tertular Covid-19 35 hari setelah dosis pertama bahkan sedikit lebih baik dari Oxford daripada Pfizer," ujar Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock.
"Kedua vaksin ini sangat efektif dalam mengurangi infeksi Covid-19 di antara orang tua berusia 70 tahun ke atas," tambahnya.
Suntikan Pfizer telah menawarkan perlindungan terhadap penularan penyakit antara 57 hingga 61 persen setelah dosis pertama. Sementara vaksin AstraZeneca menawarkan perlindungan antara 60 hingga 73 persen setelah suntikan pertama.
"Ini menambah bukti yang berkembang bahwa vaksin bekerja untuk mengurangi infeksi dan menyelamatkan nyawa," kata Mary Ramsay, kepala imunisasi Public Health England.
"Penting untuk diingat bahwa perlindungan belum lengkap dan kami belum tahu seberapa besar vaksin ini akan mengurangi risiko Anda menularkan Covid-19 ke orang lain," tambahnya.
Menurut Jonathan Van-Tam, wakil kepala petugas medis Inggris, hasil penelitian menjawab keraguan negara-negara Eropa tentang vaksin AstraZeneca.
"Saya pikir pada waktunya data yang berbicara sendiri dan negara-negara lain pasti akan sangat tertarik," kata Van Tam.
Baca Juga: Hari Ini Setahun Pandemi Covid-19: Dari Pesta Dansa, Kini Tembus 1 Juta
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?