Suara.com - Tokoh tionghoa muslim Indonesia, Anton Medan meninggal dunia. Almarhum merupakan sosok mubalig yang sempat menjabat sebagai Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia. Anton Medan dinyatakan meninggal dunia akibat komplikasi stroke dan diabetes.
Menurut panduan Organisasi Kesehatan Dunia WHO, konsumsi makanan kurang sehat, terutama tinggi gula, bisa jadi salah satu pemicu seseorang mengalami diabetes.
Hiperglikemia atau peningkatan gula darah terjadi akibat diabetes yang tidak terkontrol, yang seiring waktu, dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem tubuh terutama saraf dan pembuluh darah.
Dalam kondisi fatal, diabetes juga berisiko menyebabkan komplikasi penyakit hati lemak nonalkohol (NAFLD).
Dikutip dari Alo Dokter, diabetes dibedakan menjadi dua jenis yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 1 dikenal juga dengan diabetes autoimun. Pemicu timbulnya keadaan autoimun ini masih belum diketahui dengan pasti. Namun dugaan paling kuat adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi juga oleh faktor lingkungan.
Semenetara diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi dengan sekitar 90-95 persen penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe ini.
Selain kedua jenis diabetes tersebut, terdapat jenis diabetes gestasional yang biasa terjadi pada ibu hami. Diabetes ini disebabkan oleh perubahan hormon ibu hamil, dan gula darah akan kembali normal setelah ibu menjalani persalinan.
Sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat diabetes tipe 1 dan 2 adalah:
Baca Juga: Anton Medan Ungkap Kehidupan Setelah Masuk Islam: Semua Ada Jawabannya
- Penyakit jantung
- Stroke
- Gagal ginjal kronis
- Neuropati diabetik
- Gangguan penglihatan
- Katarak
- Depresi
- Demensia
- Gangguan pendengaran
- Luka dan infeksi pada kaki yang sulit sembuh
- Kerusakan kulit akibat infeksi bakteri dan jamur, termasuk bakteri pemakan daging
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?