News / Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:24 WIB
Sejumlah bangunan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kerusakan akibat terdampak gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). ANTARA/BPBD Kota Bima.
Baca 10 detik
  • Gempa M 7 di Mbay merusak tembok rumah, Pelabuhan Maumere, dan Hotel Jayakarta.

  • BMKG mencatat 37 kali gempa susulan dengan kekuatan tertinggi mencapai magnitudo 6,2.

  • Warga diimbau menghindari bangunan retak dan mewaspadai potensi timbulnya gempa susulan.

Suara.com - Guncangan gempa bumi magnitudo 7 yang berpusat di Mbay, Nagekeo, memicu kerusakan bangunan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur mulai dari Maumere hingga Labuan Bajo. Kerusakan fasilitas umum dan permukiman warga terpantau meluas seiring rentetan gempa susulan yang terus terjadi.

Dua titik infrastruktur penting dilaporkan mengalami dampak fisik yang cukup serius akibat guncangan tersebut. Fasilitas publik seperti Pelabuhan Maumere dan bangunan commercial Hotel Jayakarta di Labuan Bajo menjadi area prioritas pemerataan survei dampak bencana.

"Sementara ada laporan kerusakan yang pertama kategori kerusakan sedang, ada beberapa tembok rumah roboh di wilayah Maumere, Manggarai Barat, Labuan Bajo, sekitar IV-V MMI," kata Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Teguh Rahayu, pada live di YouTube BMKG, Sabtu (15/8/2026).

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur dan merobohkan bangunan di Pelabuhan Lauren Say.Basarnas mengevakuasi tiga korban di Maumere, satu orang meninggal dunia dan dua luka-luka.Tim SAR gabungan memperluas penyisiran korban ke Kabupaten Nagekeo dan wilayah terdampak lainnya. (Antara)

Skala intensitas guncangan yang dirasakan warga di titik episentrum dan sekitarnya tergolong kuat hingga berpotensi merusak konstruksi bangunan secara merata. Hasil pemantauan lapangan awal menunjukkan variasi tingkat kerusakan bangunan mulai dari retak dinding hingga dinding penuh yang rubuh.

"Kategori kerusakan sedang di Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo, dengan sekitaran Vi-VII MMI, BMKG akan melakukan survei ke lokasi terdampak," jelasnya.

Bagaimana Kondisi Aktivitas Susulan Gempa di NTT?

Frekuensi aktivitas tektonik di wilayah terdampak belum sepenuhnya stabil setelah guncangan utama meletup di pagi hari. Petugas pencatat mendokumentasikan puluhan gelombang susulan dengan variasi kekuatan energi yang terus dipantau.

"Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa," demikian keterangan BMKG dalam live di YouTube, Sabtu (15/8/2026).

Masyarakat yang berada di kawasan rawan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi bahaya struktur fisik yang melamah. Risiko merobohnya struktur bangunan yang telah retak menjadi bahaya sekunder utama saat gempa susulan terjadi.

Baca Juga: 2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

"Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kemudian menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," jelasnya.

Proses pemetaan wilayah terdampak dan pemantauan aktivitas seismik terus dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat setempat. Warga diminta menyaring segala bentuk informasi dan hanya merujuk pada pembaruan data resmi dari pihak berwenang.

Wilayah Nusa Tenggara Timur secara geografis berada di jalur lintasan tektonik aktif yang rawan mengalami aktivitas gempa bumi secara berkala. Peristiwa guncangan magnitudo 7 di Mbay kali ini menambah catatan rentetan bencana tektonik yang memicu kerusakan infrastruktur di kawasan darat maupun pesisir Flores.

Load More