Suara.com - Tes Covid-19 kini tidak hanya menggunakan metode usap atau swab tes Polymerase Chain Reaction (PCR), tapi bisa menggunakan sampel air liur yang disebut tes Saliva.
Metode tes ini bisa digunakan untuk mendiagnosis Covid-19 selaiknya PCR, sebagaimana tertuang dalam surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/446/2021.
Bagi Anda yang tertarik menjalani tes ini, Direktur PT Innolab Sains Internasional (KALGen Innolab) Henry Sukardi mengatakan untuk puasa selama 30 menit sebelum air liur diambil sebagai sampel.
"Ada satu ketentuan 30 menit sebelum meludah, diwajibkan tidak makan dan tidak minum sebelum pengambilan sampel, untuk mendapatkan hasil yang akurat," jelas Henry, Jumat (19/3/2021).
Hal ini juga dibenarkan peneliti sekaligus IVD Division Research Manager, Stem Cell and Cancer Institute, Akterono D. Budiyati untuk tidak melakukan apapun 30 menit sebelum air liur diambil.
"Makanan atau minuman khususnya yang berwarna, karena akan mempengaruhi hasil (karena hasil ada kriterianya) atau tidak mengonsumsi obat-obatan selama 30 menit sebelum pengambilan sampel," tutur Akterono.
Bahkan agar hasil semakin akurat, peserta tes tidak perlu melakukan pembersihan mulut termasuk menyikat gigi. Kata Akterono, biarkan keadaaan mulut dan tenggorokan sealami mungkin.
"Sebenarnya kalau bisa jangan melakukan apa-apa. Jangan gosok gigi, secara alami saja. Jangan tambahkan apa-apa, seumpama seperti mau ke dokter gigi," pungkas Akterono.
Baca Juga: Provinsi Ini Perbolehkan Warga Ziarah ke Pemakaman Covid-19, Ini Syaratnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?