Suara.com - Diagnosis Covid-19 di Indonesia saat ini bisa menggunakan Tes Saliva, yaitu tes hanya menggunakan sampel air liur untuk mendeteksi virus SARS CoV 2 tubuh seseorang.
Namun sudahkah tes saliva ini mendapat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI?
Direktur PT Kalbe Farma Sie Djohan yang baru saja meluncurkan alat kit tes saliva buatan peneliti tanah air, mengatakan jika alat tes ini sudah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
"Kita sudah dapatkan izin edar dari dan dikeluarkan Kementerian Kesehatan," ujar Djohan saat peluncuran Kit Tes Saliva Kalbe, Jumat (19/3/2021).
Lebih lanjut kata Djohan, dirinya tidak perlu mendapatkan izin dari BPOM lantaran alat yang diluncurkan adalah untuk mendiagnosis, sehingga izin edar dari Kemenkes sudah mencukupi.
Adapun persetujuan menggunakan tes saliva untuk deteksi Covid-19 ini, tertuang dalam surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/446/2021.
"Kalau obat-obatan dan makanan memang butuh izin dari BPOM. Sedangkan kalau diagnosis itu dari Kemenkes, jadi kita sudah dapatkan," tutur Djohan.
Kalbe, menurut Djohan sudah mendapat dukungan dari Kemenkes untuk mengembangkan dan membuat produk alat tes saliva untuk diagnosis Covid-19, yang keakuratannya setara dengan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR).
Adapun hasil keakuratan tes saliva setara seperti PCR, yang memiliki sensitifitas 94 persen dan spesifitas 98 persen, termasuk bisa mendeteksi virus pada orang yang bergejala (simtomatik) dan tidak bergejala (asimptomatik) Covid-19.
Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Pemalsuan Dokumen Covid-19 di RSUD Latemammala
Sedangkan untuk harga, tes saliva karya peneliti Indonesia ini di laboratorium KALGen Innolab ini berkisar antara antara Rp 400 ribu hingga Rp 488 ribu rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?