Suara.com - Pada tahun 1950-an, ibu-ibu Tionghoa di Singapura dan Malaysia punya kepercayaan yang cukup unik. Pasalnya mereka memandikan bayi dengan beer khususnya dengan Guinness Stout.
Melansir dari The Strait Time, Lee Siow Mong, seorang ahli adat istiadat Tiongkok menyatakan bahwa cara tersebut dilakukan agar bayi memiliki kulit yang bagus.
"Ini dipercaya bahwa akan membuat kulit bayu menyerap stout dan membuatnya lebih kuat," kata Siow Mong seperti yang dikutip dari Strait Times.
"Di Kuala Lumpur, Komunitas Hakka dan Kanton percaya bahwa ini bisa membuat anak memulai hidup yang lebih baik," imbuhnya. Meskipun begitu, para dokter menentangnya karena tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung penyataan tersebut.
Doker kandungan, Chocng Tuck Kwong menyatakan bahwa ia belum pernah mendengar soal kebiasaan tersebut. Ia juga tak menyarankan untuk melakukan kebiasaan yang tak terbukti secara ilmiah.
Selain memandikan bayi dengan beer, salah satu kampung di India juga memiliki tradisi memandikan bayi yang cukup unik dan berbahaya, yakni memandikan bayi dengan susu panas.
Ritual tersebut bernama Karaha Puja, ritual di daerah Uttar Pradesh, India. Melansir dari The Indian Express ritual ini dilakukan dengan cara menyiram tubuh orang dewasa dengan susu untuk meminta berkat dewa. Tak hanya pada orang dewasa ritual ini juga dilakukan pada bayi.
Banyak orang menganggapnya kejam dan tidak manusiawi, namun banyak yang berpandangan bahwa dengan melakukan ini anak-anak mereka diberkati dewa.
Baca Juga: Manfaat Membedong Bayi Bagi Ibu, Apa Saja?
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga