Suara.com - Memiliki buah hati adalah keinginan semua orangtua, terutama ibu. Namun selalu saja ada tantangan pada setiap keinginan bukan?
Tantangan kembali terjadi ketika mengandung si buah hati. Banyak masalah
kandungan yang dialami oleh beberapa ibu, seperti kandungan yang lemah.
Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengonsumsi obat penguat kandungan. Tentu tidak banyak orang tahu soal obat khusus ini, sehingga pengetahuan awal sebelum mengonsumsinya harus dipahami betul.
Apa saja jenis-jenisnya? Bagaimana efek sampingnya?
Siapa yang Membutuhkan Obat Penguat Kandungan?
Obat penguat kandungan akan diberikan kepada ibu hamil yang dinilai memiliki kandungan yang lemah. Kandungan lemah merupakan kondisi ketidaknormalan bentuk serviks yang disebabkan oleh beberapa gangguan pada leher rahim. Kandungan yang lemah berkaitan dengan serviks, yakni bagian bawah uterus ke arah vagina.
Serviks umumnya dalam kondisi tertutup dan kokoh pada saat sebelum hamil. Namun ketika seorang wanita hamil dan janin terus berkembang, maka serviks perlahan menjadi lebih lunak dan terbuka. Serviks bisa membuka terlalu cepat, ketika kandungan lemah. Risikonya, kelahiran prematur.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan ibu hamil mengalami kandungan lemah, diantaranya adalah pernah menjalani operasi di bagian serviks, bentuk serviks atau uterus yang tidak semestinya karena bawaan lahir, trauma serviks karena kuret atau mengalami keguguran, dan pemberian hormon estrogen buatan.
Gejala Kandungan Lemah
Ibu hamil yang memiliki kandungan lemah akan disarankan untuk lebih sering memeriksakan kehamilan mereka lewat USG. Gejalanya biasanya baru terasa pada trimester kedua, yakni saat kehamilan menginjak minggu ke-14 hingga ke-20.
Berikut ini beberapa gejala kandungan lemah, yakni sebagai berikut:
• Sensasi panggul terasa tertekan
• Punggung terasa sakit, padahal sebelumnya tidak
• Perut mengalami kram
• Cairan yang keluar dari vagina berubah
• Terjadi sedikit perubahan
Baca Juga: Ini Manfaat Bagi Kesehatan Jika Rutin Jalan Kaki
Walaupun kondisi ini sangat mengkhawatirkan , namun pada faktanya hanya terjadi 1 kasus dari 100 kehamilan. Artinya, kondisi ini tidak umum melanda semua ibu hamil.
Penyebab Kandungan Lemah
Kandungan lemah tentu tidak terjadi begitu saja tanpa alasan yang jelas. Penyebab yang mengakibatkan kandungan lemah, antara lain sebagai berikut:
1. Faktor genetik
Faktor keturunan atau genetik menjadi salah satu penyebab kandungan lemah, karena otot serviks yang lemah bisa diwariskan melalui genetik. Otot leher rahim yang lemah dapat menyebabkan rahimnya cepat terbuka pada saat janin berusia tidak lebih dari empat bulan.
2. Luka pada leher rahim
Kandungan lemah bisa saja terjadi akibat adanya luka pada leher rahim pada proses melahirkan anak sebelumnya. Ternyata hal ini memiliki efek samping, yaitu melemahnya otot serviks.
3. Operasi
Operasi pada leher rahim yang dilakukan sebelum kehamilan bisa menjadi penyebab kandungan lemah, karena operasi tersebut dapat menyebabkan trauma pada serviks, sehingga membuat leher rahim menjadi lemah dan tidak bisa menahan janin sampai usia empat bulan.
4. Kerusakan selama kelahiran
Kerusakan pada leher rahim yang dialami saat melahirkan anak pertama ternyata bisa menyebabkan kandungan lemah pada kehamilan selanjutnya. Hal ini bisa semakin parah bila diikuti oleh infeksi yang akan membuat otot serviks semakin lemah.
5. Penyakit kolagen
Ciri-ciri kandungan lemah adalah apabila mulut rahim seorang wanita terdapat zat kolagen. Namun untuk memastikannya, dibutuhkan deteksi medis yang ditangani oleh tenaga ahlinya.
Berita Terkait
-
Dikaruniai Buah Hati usai 21 Tahun Menanti, Kisah Pasutri Ini Bikin Haru
-
Rindu Memuncak, Momen Ayah Tak Bisa Bertemu Buah Hati, Ujungnya Bikin Mewek
-
Begini Cara Edric Tjandra Bagi Waktu Pekerjaan dengan Buah Hati
-
Liburan Bersama Buah Hati ke 5 Tempat Wisata Keluarga di Bali
-
Cara Unik Artika Sari Devi Dekati Buah Hati Membangun Relationship
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?