News / Metropolitan
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:47 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara peringatan Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Area Parkir C3 Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). [Suara.com/Adiyoga]
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji memperkuat kelembagaan adat Betawi pada Milad ke-25 FBR di Kemayoran.
  • Pemprov DKI Jakarta mewajibkan busana adat, memperbanyak ornamen publik, serta menata kelembagaan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.
  • Imam Besar FBR Lutfi Hakim menyatakan organisasi berkomitmen terus menjaga masyarakat Betawi dan masa depan Jakarta.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji memperkuat tata ulang kelembagaan adat Betawi sebagai bagian dari upaya menjadikan budaya lokal sebagai fondasi pembangunan Jakarta menuju kota global.

Komitmen itu disampaikan Pramono saat menghadiri peringatan Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Area Parkir C3 Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Pramono, budaya Betawi tidak boleh sekadar menjadi simbol, tetapi harus hadir dalam kebijakan pembangunan dan tata kelola Jakarta.

“Seperempat abad perjalanan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, merawat budaya Betawi, dan meneguhkan persatuan dalam membangun Jakarta,” ujarnya di hadapan ribuan anggota FBR dan tokoh masyarakat.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjalankan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat eksistensi budaya Betawi.

Di antaranya mewajibkan penggunaan busana adat Betawi dalam kegiatan resmi pemerintahan, memperbanyak ornamen bernuansa Betawi di ruang publik, hingga menata kelembagaan adat masyarakat Betawi agar lebih kuat dan terstruktur.

Seluruh kebijakan tersebut, kata Pramono, merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Lebih jauh, Pramono menegaskan pengarusutamaan budaya Betawi juga diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat adat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap identitas budayanya.

"Jakarta harus terus bergerak maju menuju kota global tanpa pernah kehilangan akar yang menjadi kekuatannya,” tegasnya.

Baca Juga: Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen

Imam Besar FBR Lutfi Hakim berpidato di peringatan Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Area Parkir C3 Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). [Suara.com/Adiyoga]

Sementara Imam Besar FBR Lutfi Hakim menyebut peringatan Milad ke-25 menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen organisasi dalam menjaga masyarakat Betawi dan masa depan Jakarta.

“Hari ini saya berdiri dengan hati yang penuh syukur. Bukan hanya karena FBR telah mencapai usia 25 tahun, tetapi karena Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menjaga amanah yang jauh lebih besar dari organisasi ini, yaitu amanah menjaga Betawi, Jakarta, dan masa depan anak cucu kita,” katanya.

Lutfi mengatakan perjalanan FBR selama 25 tahun tidak selalu berjalan mulus. Organisasi itu, menurutnya, pernah menerima pujian hingga kritik, namun tetap berkomitmen menjaga Jakarta dan budaya Betawi.

“Kami tidak akan pernah berhenti mencintai Jakarta dan tidak pernah berhenti mencintai Betawi,” tandasnya.

Load More