Suara.com - Secara tegas Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH mengatakan jika pengendalian rokok melalui revisi dan pengesahan Peraturan Pemerintah (PP) 109 akan membantu mengendalikan pandemi Covid-19.
PP yang membahas tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Aktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan ini, digadang mampu mengerem pengeluaran negara untuk penyakit yang disebabkan oleh rokok.
"Kalau kita bisa kendalikan rokok dan Covid-19 sekaligus bersamaan, mudah-mudahan kita bisa lebih cepat lagi menurunkan kondisi Covid-19 di Indonesia," ujar Prof. Hasbullah dalam acara virtual, Rabu (31/3/2021).
Lebih lanjut Prof. Hasbullah juga meminta pemerintah untuk tidak takut dan gentar, mendengar berbagai pernyataan pro industri rokok yang justru menjadi bumerang bagi kesehatan masyarakat Indonesia, hingga yang berdampak pada 'jebolnya' APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).
"Dan pemerintah tolong jangan takut jangan gentar dengan bisikan pro industri pro rokok, dengan bisikan yang sering kali tidak sesuai dengan kenyataan, dengarkan juga kita," ungkapnya berapi-api.
Terlebih, Profesor di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia itu juga sangat setuju dengan perumpamaan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bahwa Covid-19 menyebar karena adanya kebocoran di bagian atas tubuh manusia, yaitu mulut dan hidung, sehingga harus ditutup dengan masker.
Tidak hanya masker, kata Prof. Hasbullah, mulut dan hidung juga harus sepenuhnya ditutup dari aktivitas merokok, karena bisa memperparah orang yang terinfeksi Covid-19 atau meningkatkan risiko penularan, akibat paru-parunya yang bermasalah.
"Kalau kita kendalikan konsumsi produk tembakau, kita berhasil melakukan upaya preventif (pencegahan) yang sangat efektif. Mohon Pak Menteri, segera revisi dan undangkan PP 109 yang baru," pungkas Prof. Hasbullah.
Baca Juga: Sukseskan Perda KTR, Satpol PP Kota Jogja: Ada Petugas Melanggar, Laporkan!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal