Suara.com - Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech disebut efektif bahkan saat dihadapkan dengan varian baru virus corona dari Afrika Selatan. Hal ini dinyatakan oleh pihak perusahaan pada Kamis (1/4/2021).
Melansir dari Medical Xpress, selama studi uji coba fase tiga yang diamati di Afrika Selatan, tidak ada yang dilaporkan positif Covid-19 pada peserta yang telah menerima dosis vaksin kedua.
"Di Afrika Selatan di mana varian baru B.1.351 menyebar, dari 800 peserta terdaftar sembilan kasus Covid-19 muncul dan semuanya dari kelompok plasebo, bukan kelompok yang divaksin," kata perusahaan itu.
"Kemanjuran vaksin yang tinggi yang diamati hingga enam bulan setelah dosis kedua dan terhadap varian yang lazim di Afrika Selatan memberikan keyakinan lebih lanjut dalam keefektifan vaksin kami secara keseluruhan," kata Albert Bourla, kepala eksekutif Pfizer.
Secara keseluruhan, vaksin itu 91,3 persen efektif melawan Covid-19 dalam analisis 46.307 peserta uji coba di beberapa negara. Dari 927 kasus gejala Covid-19 yang dikonfirmasi dalam uji coba, 850 kasus berada di kelompok plasebo dan 77 kasus di kelompok yang divaksinasi.
Perusahaan mengatakan bahwa data baru mendukung hasil sebelumnya dari studi imunogenisitas yang menunjukkan bahwa (vaksin) menginduksi respons antibodi penetral yang kuat terhadap varian B1.351 (Afrika Selatan). Meskipun lebih rendah daripada melawan strain asli, namun tampaknya tidak memengaruhi kemanjuran vaksin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026