Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa paparan antibiotik dalam rahim dan masa bayi dapat menyebabkan hilangnya sel-T regulator di usus besar yang tidak dapat diubah. Sel-T adalah komponen berharga dari respons sistem kekebalan terhadap alergen di kemudian hari.
Melansir dari Healthshots, temuan studi tersebut telah dipublikasikan di jurnal mBio.
Telah diketahui bahwa penggunaan antibiotik di awal kehidupan mengganggu mikrobiota usus yang memainkan peran penting dalam pematangan sistem kekebalan tubuh yang sehat dan pencegahan penyakit.
Namun sedikit yang diketahui tentang bagaimana gangguan mikrobiota yang menghasilkan asam lemak rantai pendek yang mengatur sel-T, memengaruhi sel-T di usus besar.
Studi tersebut berdasarkan model tikus, mengamati paparan janin dan bayi baru lahir terhadap antibiotik melalui ibu menyusui dan pada minggu-minggu sebelum dan setelah kelahiran.
Antiotik berpengaruh pada pengurangan bakteri menguntungkan dan mempengaruhi perkembangan sistem kekebalan neonatal. Efek ini khusus untuk usus besar dan tidak diamati di paru-paru, saluran pencernaan bagian atas, atau limpa.
"Dengan mempelajari paparan pada bayi baru lahir melalui ibu menyusui, kami melihat bagaimana keturunannya memperoleh mikrobiota yang terkena dampak antibiotik dari ibu mereka yang membahayakan kemampuan anak untuk menghasilkan kumpulan sel CD41 T di usus besar di mana mengakibatkan kerusakan jangka panjang," kata rekan penulis Martin Blaser, direktur Pusat Bioteknologi dan Kedokteran Lanjutan di Rutgers.
"Konsekuensinya bertahan hingga dewasa, membahayakan kemampuan tubuh untuk mematikan respons alergi," Blaser menyimpulkan.
Baca Juga: Unik! Bayi di Brebes Ini Diberi Nama Mirip Instansi Pemerintah
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks