Suara.com - Lanjut usia (lansia) cenderung memiliki gaya hidup tidak aktif dibanding mereka yang berusia lebih muda. Ini karena metabolisme tubuh lansia cenderung lebih lambat.
Ketua dan Pendiri Komunitas Lansia Sejahtera Surabaya, dr. Siti Pariani, MS., MSc., PhD., FISPH, FISCM yang mendapati lansia mengalami pengeroposan tulang atau osteoporisis, ditambah akibat dari asupan nutrisi yang kurang baik.
"Jika tidak melakukan aktivitas fisik, maka kepadatan tulang akan terus berkurang seiring bertambahnya usia, selain itu otot jadi lembek dan kecil dan sendi menjadi kaku karena tidak digerakkan," ujar dr. Siti dalam acara World Health Day Virtual yang diadakan Anlene, Rabu (7/4/2021).
Agar tetap sehat dan panjang umur, dr. Siti memberikan 7 kiat hidup sehat untuk lansia, agar lebih nyaman menikmati masa tua dengan cara sebagai berikut:
1. Perhatikan emosi dan perasaan
Rasa hormat dan rasa ingin sayang biasanya menggebu-gebu dirasakan para lansia. Nah, menurut dr. Siti ada baiknya mendapatkan perasaan itu dari saling cerita dan berbagi dengan teman sebaya. Disarankan juga menonton pertunjukkan yang bisa melepaskan beban pikiran, atau mengenang masa lalu yang menyenangkan atau nostalgia.
2. Perhatikan lingkungan sekitar
Di masa tua biasanya, cenderung ingin tenang menikmati udara dan pemandangan yang menentramkan perasaan. Maka Anda bisa melakukannya dengan menyayangi dan memperhatikan kebersihan lingkungan. Atau bisa juga dengan melakukan meditasi di taman, menikmati aneka bunga, jalan setapak, kegiatan ruangan, atau menyantap makanan yang mengugah selera.
3. Kognitif atau pengetahuan
Terlibat dalam aktivitas kreatifitas akan merangsang intelektual memecah masalah di usia yang tidak muda. Contohnya bisa dengan melakukan kegiatan budaya, kegiatan seni dan melakukan permainan atau teka-teki, kelompok membaca atau pembelajaran tentang pengalaman hidup.
4. Aktivitas fisik
Jika memiliki kebiasaan gaya hidup aktif disarankan untuk tetap dijaga. Ini karena menurut dr. Siti dengan meningkatkan aktivitas yang menyehatkan, maka gerak tubuh semakin terjaga. Caranya dengan berolahraga, memastikan kebutuhan nutrisi, cukup tidur, berhenti merokok dan melakukan perawatan kesehatan.
5. Menjadi profesional atau pakar
Semakin aktif melakukan berbagai kegiatan termasuk, bergerak melakukan aktivitas sehari hari akan membuat tubuh tetap sehat. Contohnya seperti bekerja sebagai pakar, mentor, berkebun, membuat karya seni, hingga mengasuh.
Baca Juga: Kabar Baik, Lansia Bisa Divaksinasi Tanpa Surat Keterangan Domisili
6. Aktif berkomunikasi dengan sosial
Berinteraksi dengan orang lain akan membantu lansia tetap sadar, dan bisa semakin merawat ingatan. Untuk menjaga ini bisa dilakukan dengan mengikuti klub atau komunitas, entah kelompok pertemanan, satu generasi ataupun kelompok untuk bersenang-senang.
7. Merawat jiwa dan pemikiran spiritual
Hidup dengan makna atau tujuan hidup flora, semakin rajin beribadah kepada tuhan akan membuat hati semakin tenang, dan semakin berdamai dengan diri sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!