Suara.com - Banyak orang berpikir kalau malam pertama akan menjadi pengalaman hubungan seks terbaik. Faktanya, banyak pengantin baru yang justru menghadapi masalah hubungan seks pertama di malam pernikahan.
Tak hanya persoalan belum adanya pengalaman berhubungan seks, banyak orang mungkin terlalu mengkhawatirkan hubungan seks pertama kali sehingga mengganggu pikirannya.
Padahal menjaga fisik dan pikiran tetap rileks adalah salah satu cara agar hubungan seks pertama kali menjadi mengesankan. Berikut ini dilansir dari Times of India, 5 masalah seks yang paling umum dialami pengantin baru.
1. Kurang komunikasi
Kebanyakan pengantin baru masih memiliki masalah komunikasi, terutama kaitannya dengan kebutuhan seksual yang mereka inginkan masing-masing. Padahal komunikasi yang baik sangat diperlukan untuk meningkatkan peluang kenikmatan dan permainan seksual.
Pasangan perlu menyadari bahwa beberapa hal tidak menyenangkan dan tidak semua sesi bercumbu akan meningkatkan gairah seksual. Sehingga satu sama lain akan melakukan sesuatu untuk memuaskan masing-masing.
2. Percaya mitos kuno
Mitos kuno tentang wanita akan keluar darah sebagai tanda keperawanan juga akan mengganggu pengalaman hubungan seks pertama kali. Jika tidak, maka pria akan berpikir bahwa istrinya sudah tidak perawan.
Pada akhirnya, hal ini bisa menjadi permasalah dalam pernikahan dan hubungan seks tidak lagi saling menggairahkan satu sama lain.
Baca Juga: Ahli Khawatir Varian Baru Virus Corona Nigeria Lebih Mematikan
3. Kurang gairah
Jika seseorang mengalami ejakulasi dini atau wanita gagal orgasme ketika hubungan seks pertama, pasangan cenderung berasumsi bahwa kehidupan seks mereka hambar.
Padahal hubungan seks yang baik atau tidak itu tergantung pada gairah seksual masing-masing. Kurangnya gairah seksual di antara salah satunya pasti akan memengaruhi hubungan seks.
4. Penggunaan alat kontrasepsi
Beberapa pasangan baru menikah mungkin ini menikmati masa hidup berdua dengan menunda keturunan. Sayangnya, banyak pria yang kurang berpengalaman memakai kondom ketika berhubungan seks pertama kali. Bahkan kurangnya pengalaman ini bisa membuat mereka kesulitan ereksi sehingga merasa malu di depan istrinya.
5. Keraguan tentang frekuensi berhubungan seks
Pasangan yang baru menikah biasanya berasa di puncak hasrat seksual mereka, sehingga mereka senang melakukannya beberapa kali sehari. Tapi setelah beberapa waktu berselang, frekuensi hubungan seksnya mungkin berkurang sehingga salah satu menjadi mempertanyakannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?