Suara.com - Penyebaran Covid-19 terjadi adanya gejala ringan dan sedang yang cukup mengganggu. Hal ini diungkap oleh Dr. dr. Anna Rozaliyani, M. Biomed, Sp.P (k), yang mengatakan walaupun gejala yang tadinya tidak ada keluhan, namun sebaliknya ada keluhan yang signifikan.
“Memang gejala Covid-19 itu tidak semuanya berat, yang beratnya itu 20 persen. Tapi gejala ringan sampai sedang itu cukup mengganggu, yang tadinya tidak ada keluhan tapi ada keluhan yang signifikan,” ungkapnya, Minggu (11/4/2021).
Ia mengimbau agar hati-hati ketika sedang merasakan gejala. Terlebih jika berkepanjangan agar segera kunjungi ke dokter.
“Biasanya, saya selalu menyampaikan ini harus hati-hati. Kalau satu atau dua hari makin memburuk, harus ke rumah sakit atau diperiksakan lewat PCR,” jelasnya dalam webinar ‘Refleksi Satu Tahun Pandemi Covid-19’.
Dr. Anna Rozaliyani mengatakan, meski virus tersebut seperti flu biasa, namun kondisi yang berisiko akan mengalami gejala berat. Seperti gagal napas, diabetes, jantung, dan penyakit kronik lain.
Selain itu, kelelahan yang berlebihan juga merupakan risiko gejala Covid-19, ditambah imunitas tubuh yang menurun.
Ia mengatakan, Covid-19 merupakan penyakit seribu satu wajah. Ia menghimbau jangan tertipu jika tidak merasakan gejala demam maupun batuk. Karena virus tersebut saat masuk ke saluran napas, virus akan menempel di reseptor ACE 2.
“Reseptor ini hampir ada di semua organ tubuh kita. Jadi gejalanya bisa menyerupai macam-macam,” tutupnya.
Baca Juga: MUI: Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Wajib Berpuasa, Tapi Ibadah di Rumah
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya