Suara.com - Bagi beberapa orang, berpuasa mungkin hanya menggeser waktu makan dan minum. Tetapi belum tentu mengubah kebiasaan konsumsi makanan atau minuman tertentu.
Kopi, misalnya yang jadi salah satu minuman yang difavoritkan banyak orang. Tetapi apakah masih aman konsumsi kafein setelah perut kosong selama belasan jam?
Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc, Sp.GK., mengatakan tidak masalah untuk tetap mengonsumsi kopi selama bulan Ramadhan. Hanya saja takaran kopi sebaiknya dikurangi.
"Apabila Anda biasa mengonsumsi kopi sebanyak 2 sendok teh, dapat dikurangi menjadi 1 sendok teh. Namun, jika Anda merasa tidak ada masalah, misalnya pada perut, masalah lambung, dan dehidrasi, maka Anda dapat tetap menerapkan kebiasaan lama," kata dokter Tirta dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com.
Ia menjelaskan, efek diuresis atau peningkatan produksi urin akibat konsumsi kafein, sangat mungkin terjadi. Tetapi kondisi itu juga tergantung dari jumlah kopi dan jenisnya.
Dokter Tirta mengingatkan agar hati-hati minum kopi saat sahur karena berpotensi memberi efek diuresis dan menyebabkan dehidrasi.
"Jika tidak perlu benar minum kopi, maka tidak perlu minum kopi saat sahur. Penerapan kebiasaan baru memang membutuhkan waktu. Jika ngopi pagi sudah menjadi kebiasaan Anda, maka setidaknya latihanlah tanpa kopi di pagi hari pada 2 minggu sebelum Ramadhan. Namun sekali lagi, tidak semua orang akan mengalami keadaan ini. Apabila Anda sudah terbiasa, maka tetap dapat terapkan kebiasaan lama atau dengan mengurangi jumlah takaran kopi yang diseduh," sarannya.
Untuk memenuhi kebutuhan cairan yang hilang selama berpuasa, dokter Tirta lebih menyarankan untuk perbanyak minum air mineral. Sebab selama berpuasa, tubuh bisa saja mengalami dehidrasi ringan sampai sedang.
Disarankan memenuhi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur. Tetapi dianjurkan mayoritas kebutuhan cairan sebaiknya dipenuhi saat berbuka hingga menjelang tidur.
Baca Juga: Lengkap! Doa Buka Puasa dan Niat Puasa Ramadhan Bahasa Arab dan Artinya
"Saat sahur, Anda dapat penuhi cairan sekitar 750 mililiter dan sisanya dapat dipenuhi saat berbuka hingga menjelang tidur. Jangan minum langsung dalam jumlah banyak sekaligus. Minumlah secara bertahap, sering berwudhu, dan basahi wajah dan kulit lainnya agar kulit tidak kering," jelasnya.
Selama menjalani ibadah puasa, menurut dokter di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta itu, asupan makanan sehat merupakan bekal untuk tubuh agar tetap fit. Karena itu sebaiknya selalu pilih makanan dan minuman yang baik untuk tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas