Suara.com - Teh merupakan minuman menyehatkan yang punya banyak manfaat. Mulai dari menurunkan berat badan hingga antioksidan, secangkir teh dapat memberikan keajaiban bagi tubuh Anda.
Namun, meski minum teh saja itu sehat, beberapa kebiasaan malah bisa mengubah teh menjadi tak menyehatkan. Melansir dari Eat This, berikut cara tak sehat minum teh, antara lain:
1. Menambahkan Terlalu Banyak Gula
Menambahkan sedikit sesuatu yang manis ke dalam teh tidak akan merugikan Anda dalam jangka panjang. Namun, jika Anda menambahkan terlalu banyak makanan manis ke dalam cangkir, teh Anda dapat dengan mudah berubah dari sehat menjadi tidak sehat dengan sangat cepat.
2. Menambahkan Krimer atau Susu
Krimer atau susu adalah bahan tambahan yang umum dicampur dalam teh. Campuran ini dapat menjadikan teh Anda mengandung lebih banyak kalori. Dalam hal ini, Anda tetap boleh menambahkan sedikit krim ke dalam teh Anda, tetapi pastikan untuk mengukurnya agar tidak kebanyak kalori.
3. Teh Kemasan
Meskipun ada beberapa teh kemasan yang sehat, namun sebagaian sebagian besar teh kemasan mengandung tinggi gula. Jika Anda berencana untuk menikmati es teh yang menyegarkan dari toko, pastikan untuk memeriksa label nutrisinya agar Anda tidak konsumsi asupan gula berlebih.
4. Kelamaan Menyeduh Teh
Baca Juga: 5 Kreasi Minuman Teh untuk Berbuka, Nikmat Disajikan Hangat atau Dingin
Saat Anda menyesap secangkir teh, jumlah rata-rata kafein yang akan Anda dapatkan berkisar antara 20 hingga 40 miligram (dibandingkan dengan secangkir kopi, yang memiliki sekitar 100 miligram). Namun, jika Anda tidak berhati-hati dengan lamanya waktu Anda menyeduh teh, kafein dalam cangkir Anda dapat meningkat secara signifikan.
Jika Anda berencana mengurangi asupan kafein untuk kesehatan Anda, pastikan untuk menghitung berapa lama Anda menyeduh teh agar kafein yang masuk ke tuuh tidak terlalu banyak.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia