Suara.com - Menunda menstruasi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk kontrasepsi hormonal. Pengobatan rumahan seperti minum cuka sari apel atau jus lemon setiap hari tidak akan mambantu.
"Tidak satu pun dari pengobatan rumahan do it yourself (DIY) atau yang dibuat sendiri ini akan menunda menstruasi Anda," ujar obgyn Sherry Ross.
Beberapa pil KB berisi tiga pil aktif (berisi hormon) dan satu pil plasebo. Keempat pil ini harus diminum satu minggu sekali.
Jika tidak meminum pil plasebo dan mulai mengonsumsi pil aktif, sebagai gantinya hormon dalam pil aktif akan mencegah menstruasi pada minggu itu.
Namun, perlu dicatat bahwa pertama kali melewatkan minum pil plasebo akan membuat Anda mengalami haid tidak teratur atau bercak ringan, lapor Insider.
Setelah dua hingga tiga bulan tidak minum pil plasebo, Anda akan mengalami sedikit bercak atau tidak sama sekali. Karenanya, Ross merekomendasikan untuk membuat rencana beberapa bulan jika tahu menstruasi Anda bertepatan dengan acara besar yang akan datang.
Selain itu, Anda bisa mengonsumsi pil KB yang bertahan selama 28 hari, 90 hari, atau 395 hari. Anda memang dapat tidak mengalami menstruasi selama satu tahun saat mengonsumsi pil kontrasepsi hormonal.
"Menghentikan menstruasi sepenuhnya adalah salah satu efek samping paling menguntungkan yang terkait dengan pil dan itu benar-benar aman," kata Ross.
Jika tidak menggunakan kontrasepsi hormonal, Anda mungkin dapat menunda menstruasi dengan obat hormonal yang mengandung nerothindrone.
Baca Juga: Bukan Vaksin AstraZeneca, Pil KB Lebih Berisiko Picu Penggumpalan Darah
Itu adalah bentuk hormon progesteron, bahan aktif di dalam pil KB. Anda perlu mulai minum obat ini beberapa hari sebelum dimulainya menstruasi agar bekerja.
Namun, sebuah studi kecil 2019 menemukan orang yang menggunakan norethindrone untuk menunda menstruasi cenderung mengalami haid yang tidak teratur dibanding mereka yang mencoba menundanya dengan pil KB.
Hal pentingnya, kunjungi dokter untuk mendapatkan resep dan periksa apakah opsi ini cocok untuk Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS