Suara.com - Sariawan seringkali datang di saat-saat yang tidak terduga. Bukan hanya itu, terkadang rasa nyeri yang ditimbulkan bisa sangat menganggu.
Obat sariawan tentu bisa menjadi salah satu solusi. Tapi bagaimana jika menggunakan obat sariawan di tengah ibadah puasa. Apakah hal itu bisa membatalkan puasa?
Mengutip dari NU.Org, para ulama sepakat bahwa jika masuknya benda melalui tenggorokan dapat membatalkan puasa.
Namun, jika suatu benda yang hanya menempel di mulut tanpa adanya cairan, maka tidak akan membatalkan puasa. Termasuk mengobati sariawan dengan obat oles. Dalam kitab Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah menegaskan:
“Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama bahwa puasa tidak menjadi batal dengan sebab mencicipi makanan atau minuman jika tidak sampai (masuk) pada bagian dalam tubuh (jauf), tapi lebih baik hal demikian dijauhi.” (Kementrian Wakaf dan Urusan Keagamaan, Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, juz 21, hal. 293).
Hukum ini berlaku bagi orang yang mengobati sariawan saat puasa, baik dengan cara mengolesnya maupun berkumur, selama tidak ada obat yang masuk ke dalam perut.
Jika seseorang tidak merasa bahwa obat sariawan terasa di tenggorokan, maka puasanya tetap dimaklumi. Karena, suatu cairan dalam mulut sering memiliki bekas, seperti halnya gosok gigi dengan menggunakan pasta gigi.
Hukum ini dijelaskan dalam kitab Syarah al-Bahjah al-Wardiah:
“Dikecualikan dengan perkataan ‘benda’ (yang dapat membatalkan puasa) yakni bekas sesuatu (atsar) seperti halnya terciumnya udara sampai pada bagian dalam kepala dengan dihirup, sampainya rasa (tanpa berwujud benda) pada tenggorokan dengan dicicipi.” (Syekh Zakariya al-Anshari, Syarah al-Bahjah al-Wardiah, juz 7, hal. 51).
Baca Juga: Jangan Abaikan Kekurangan Vitamin B12, Ini 3 Gejala Fisiknya!
Kesimpulannya, mengobati sariawan saat Ramadhan tidak membatalkan puasa, selama tidak menelan di tenggorokan. Tapi disarankan dilakukan di jam-jam berbuka atau sedang sahur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital