Suara.com - Keseimbangan gizi sebelum kehamilan sangat penting agar Anda bisa melahirkan anak yang sehat. Kekurangan nutrisi dapat menimbulkan berbagai konsekuensi, salah satunya adalah diabetes yang bisa terjadi di masa kehamilan atau disebut diabetes gestasional (kehamilan).
Melansir dari Healthshots, diabetes gestasional, seperti bentuk diabetes lainnya, memengaruhi cara sel menggunakan gula (glukosa).
Kadar gula darah yang tinggi akibat diabetes gestasional dapat merusak kehamilan dan kesehatan bayi. Namun kontrol gula darah akan membantu Anda dan bayi Anda tetap sehat dan menghindari persalinan yang menimbulkan stres.
Kadar gula darah pada perempuan dengan diabetes gestasional biasanya kembali normal segera setelah lahir. Namun, jika Anda pernah menderita diabetes gestasional, kemungkinan besar Anda menderita diabetes tipe 2. Meskipun begitu, berikut beberapa masalah kesehatan yang muncul pada bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan diabetes gastasional, antara lain:
1. Kegemukan saat lahir
Kadar gula darah yang lebih tinggi dari rata-rata pada ibu dapat menyebabkan bayinya tumbuh terlalu besar. Bayi besar, dengan berat lebih dari 9 pon (4,5 kg) lebih mungkin terjepit di jalan lahir, menderita komplikasi kelahiran atau memerlukan operasi caesar.
2. Kelahiran prematur (dini)
Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan kemungkinan seorang perempuan melahirkan lebih awal, melahirkan seorang anak sebelum waktunya. Karena bayinya sangat besar, persalinan dini mungkin disarankan.
3. Masalah pernapasan serius
Baca Juga: Dokter Curiga Lucinta Luna Kena Kanker Kelamin Karena Ngaku Hamil
Bayi yang lahir prematur dari ibu yang mengidap diabetes gestasional berisiko tinggi mengembangkan sindrom gangguan pernapasan, yang membuat sulit bernapas.
4. Kadar gula darah rendah (hipoglikemia)
Sesaat setelah lahir, bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional dapat mengalami gula darah rendah (hipoglikemia). Hipoglikemia berat dapat menyebabkan kejang pada bayi. Kadar gula darah bayi dapat dikembalikan ke normal dengan pemberian asupan sesegera mungkin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?