Suara.com - Pemerintah Inggris berjanji akan kucurkan dana tambahan demi melawan varian baru virus corona dengan menggandakan kapasitas laboratorium Porton Down dalam menguji vaksin terhadap strain baru.
Meski vaksin yang saat ini masih bisa melindungi dari varian baru, seperti yang diidentifikasi di Kent dan Afrika Selatan, para ahli negara tersebut mengatakan penting untuk tetap selangkah lebih maju dari virus yang terus bermutasi.
Mereka mengkhawatirkan adanya varian virus corona baru yang dapat lolos dari antibodi.
Pemerintah Inggris menjanjikan akan gelontorkan uang sebesar 29,3 poundsterling (sekitar Rp 587 miliar) untuk meningkatkan fasilitas pengujian di laboratorium baru.
Financial Times melaporkan laboratorium baru akan berbasis di fasilitas penelitian Porton Down Kesehatan Masyarakat Inggris di Salisbury, Inggris barat daya, yang lebih dikenal sebagai laboratorium militer rahasia dan pusat penelitian senjata kimia Kementerian Pertahanan.
Pemerintah mengatakan laboratorium baru akan membantu mempercepat adopsi vaksin yang terbukti efektif melawan varian virus corona baru.
Dana tersebut juga memungkinkan ilmuwan menguji tiga ribu sampel darah dalam seminggu, untuk mengukur tingkat antibodi pelindung terhadap Covid-19 yang dihasilkan oleh berbagai vaksin.
Sekretaris perawatan kesehatan dan sosial Matt Hancock mengatakan investasi tersebut akan membuktikan masa depan Inggris dari ancaman varian baru.
Hingga saat ini, penelitian ilmiah berfokus pada B.1.351 (varian Afrika Selatan), yang menunjukkan tanda-tanda mampu menghindari antibodi yang diinduksi vaksin.
Baca Juga: Cara Pemain Liga Inggris Berpuasa Ramadhan, Pogba, Fofana sampai Kouyate
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?