Suara.com - Suntikan vaksin Covid-19 memang bisa menyebabkan beberapa efek samping, seperti rasa sakit di tempat suntikan, demam hingga kelelahan. Tapi, ada pula beberapa orang yang mengalami kondisi lain setelah efek samping suntik vaksin Covid-19.
Sebelumnya, data terbaru dari aplikasi Studi Gejala Covid ZOE melaporkan Sebanyak 627.383 orang setelah suntik vaksin Covid-19 antara 8 Desember 2020 hingga 10 Maret 2021.
Data itu menemukan satu dari empat orang mengalami efek samping ringan, yang gejalanya akan meningkat dalam 24 jam dan hanya berlangsung selama 1 hingga 2 hari.
Efek samping suntik vaksin Covid-19 yang paling umum adalah sakit kepala. Sebanyak 8 persen orang mengalaminya setelah suntikan pertama vaksin Pfizer mengalaminya setelah suntikan kedua vaksin Pfizer. Kemudian, sbanyak 23 persen orang mengalami efek samping sakit kepala setelah suntikan pertama vaksin AstraZeneca.
Efek samping berikutnya adalah kelelahan, yang terjadi di antara 8 persen orang setelah suntikan pertama vaksin Pfizer dan 14 persen orang setelah suntikan kedua vaksin Pfizer. Lalu, 21 persen orang mengalami setelah suntikan pertama vaksin AstraZeneca.
Sebagian besar orang mengalami efek samping vaksin Covid-19 yang ringan hingga sedang dan tidak berlangsung lebih dari beberapa hari. Efek samping vaksin Covid-19 yang umum, termasuk nyeri di tempat suntikan, demam, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil dan diare.
Tapi dilansir dari Express, kemungkinan efek samping vaksin Covid-19 ini berbeda-beda sesuai dengan jenis vaksinnya. Ada pula efek samping vaksin Covid-19 yang kurang umum termasuk reaksi alergi parah, seperti anafilaksis.
Kelenjar getah bening bengkak
Sedangkan, kondisi lain yang dialami beberapa orang setelah efek samping suntik vaksin Covid-19, termasuk kelenjar getah bening yang membengkak.
Baca Juga: Waspadai Garis pada Kuku, Bisa Jadi Gejala Lain Virus Corona Covid-19
Dokter melihat banyak wanita yang melakukan tes memmogram setelah suntik vaksin Covid-19, karena mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di lengan yang disuntik.
Salah satunya, Julie Mazenko yang mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di bagian ketiaknya setelah 2 hari mendapatkan suntikan kedua vaksin Pfizer.
"Rasanya sakit ketika tersentuh dan saya menyadari benjolan itu berisi cairan," kata Julie Mazenko.
Kemudian, ia melihat pembengkakan kedua di leher dan ketiga di lengan bagian lain. Dr Laura Esserman, direktur Pusat Perawatan Payudara UCSF mengatakan bahwa Julie tidak sendiri.
Dr Laura mengaku telah menerima banyak pasien wanita yang mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, setelah suntik vaksin Covid-19.
"Kelenjar getah bening akan membengkak bila seseorang terinfeksi. Dalam kasus suntik vaksin Covid-19 ini, kelenjar getah bening berfungsi memproduksi antibodi yang dibutuhkan tubuh," kata Dr Laura.
Kebanyakan orang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di area bahu, yang merupakan bagian tubuh dengan 20 hingga 40 kelenjar getah bening di area tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya