Suara.com - Sebuah studi baru dari Universitas Northwestern kembali menegaskan betapa pentingnya tidur malam yang nyenyak. Menurut studi ini, tidur nyenyak dapat menjaga kesehatan otak.
Berdasarkan studi yang dilakukan pada lalat buat, peneliti menemukan tidur nyenyak dapat membersihkan limbah dari otak. Limbah ini berpotensi mengandung protein beracun yang dapat menyebabkan penyakit neurodegeneratif.
"Pembersihan limbah bisa menjadi penting, secara umum, untuk menjaga kesehatan otak atau untuk mencegah penyakit neurogeneratif," kata penulis senior studi Ravi Allada, dilansir SciTech Daily.
Menurutnya, pembersihan limbah dapat terjadi selama bangun dan tidur, tetapi akan meningkat secara substansial selama tidur nyenyak.
Meskipun dilakukan kepada lalat buah, neuron yang mengatur siklus tidur-bangun lalat sangat mirip dengan manusia.
Dalam studi saat ini, Allada dan timnya memeriksa tidur ekstensi belalai, tahap tidur nyenyak pada lalat buah, yang mirip dengan tidur nyenyak dan gelombang lambat pada manusia.
Para peneliti menemukan lalat buah berulang kali memanjangkan dan menarik belalai (atau moncong) mereka selama tahap tidur tersebut.
"Gerakan memompa ini mungkin memindahkan cairan ke ginjal versi lalat. Studi kami menunjukkan bahwa ini memfasilitasi pembersihan limbah dan membantu pemulihan cedera," lanjutnya.
Ketika tim Allada mengganggu tidur nyenyak lalat, hewan kecil ini juga lebih rentan terhadap cedera traumatis.
Baca Juga: Lingkungan dan Tetangga Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak Masa Tua
Allada mengatakan penelitian ini membawa kita lebih dekat untuk memahami misteri mengapa semua organisme membutuhkan tidur.
"Temuan kami bahwa tidur nyenyak berperan dalam pembersihan limbah pada lalat buah menunjukkan bahwa pembersihan limbah adalah fungsi inti tidur," pungkas Allada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien