Suara.com - Bagi banyak orang, mendengarkan musik bisa menjadi cara yang aman dan efektif untuk membantu tidur lelap. Dan hal yang sama juga berlaku untuk para lansia.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Geriatrics Society menemukan bahwa mendengarkan musik dapat membantu lansia untuk tidur lebih nyenyak.
Dilansir dari Healthshots, para peneliti dari National Cheng Kung University Hospital di Taiwan menggabungkan hasil penelitian sebelumnya untuk memahami pengaruh mendengarkan musik terhadap kualitas tidur lansia.
Lansia (usia 60 ke atas) yang tinggal di rumah tidur lebih nyenyak ketika mereka mendengarkan musik selama 30 menit hingga satu jam sebelum tidur. Musik yang tenang meningkatkan kualitas tidur lebih baik daripada musik ritmik.
Para lansia ini harus mendengarkan musik lebih dari empat minggu untuk melihat manfaat terbesar dari mendengarkan musik.
Tetapi mengapa lansia mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak di malam hari?
Seiring bertambahnya usia, siklus tidur kita berubah dan membuat tidur malam yang nyenyak semakin sulit dicapai. Apa yang dimaksud dengan tidur malam yang nyenyak? Jika Anda bangun dengan istirahat dan siap memulai hari, Anda mungkin tidur nyenyak di malam sebelumnya.
Tetapi jika Anda lelah di siang hari, perlu kopi untuk membuat Anda tetap terjaga, atau bangun beberapa kali di malam hari, Anda mungkin Anda tidak mendapatkan tidur nyenyak yang Anda butuhkan.
Menurut American National Institute on Aging, para lansia membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa 40% hingga 70% lansia memiliki masalah tidur, dan lebih dari 40% menderita insomnia, yang berarti mereka sering bangun di malam hari atau terlalu pagi.
Baca Juga: Vaksinasi Lansia di Kantor Dinkes DIY Diiringi Lagu Nostalgia
Masalah tidur dapat membuat Anda mudah tersinggung dan tertekan, dapat menyebabkan masalah memori, bahkan dapat menyebabkan jatuh atau kecelakaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal