Suara.com - Pala salah satu bumbu makanan berbentuk bulat kecil yang memiliki rasa dan aroma cukup kuat. Menambahkan pala ke dalam masakan bisa memberikan manfaat kesehatan yang lebih.
Sayangnya, banyak orang yang belum paham mengenai manfaat kesehatan dari pala. Beberapa orang justru beranggapan menambahkan pala ke dalam masakan bisa membuat ngantuk.
Berikut ini dilansir dari Times of India, 5 alasan Anda harus menambahkan pala ke dalam masakan mulai sekarang.
1. Mengatasi pencernaan
Pala adalah bumbu masakan yang bisa membantu mengatasi masalah pencernaan, seperti perut kembung, sembelit, diare dan banyak lagi. Cara terbaik mengonsumsi pala untuk mengatasi masalah pencernaan adalah tambahkan ke dalam sup.
Pala mengandung minyak esensial yang bisa memicu pelepasan cairan pencernaan. Pala juga memperbaiki kerusakan kecil yang terjadi pada organ akibat paparan racun.
2. Mengontrol kolesterol
Konsumsi pala secara teratur berkaitan dengan penurunan kadar lipoprotein dan lipid dalam darah. Unsur-unsur ini dikenal bisa mengikat kolesterol dan menyumbat arteri serta pembuluh darah.
Tapi, menambahkan pala ke dalam makanan bisa mengurangi peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Cobalah untuk mengonsumsinya dalam makanan sehari-hari, tapi jangan ketika makanan penutup.
Baca Juga: Wanita Ini Tak Sengaja Disuntik 6 Dosis Vaksin Pfizer, Begini Kondisinya
3. Memperbaiki siklus tidur
Jika pola tidur Anda cukup berantakan. Pala bisa membantu mengatasinya. Karena, pala memang memiliki kualitas untuk merangsang tidur dan membuat Anda tidur lebih nyenyak. Jadi, coba tambahkan pala dalam setiap masakanmu.
4. Kaya nutrisi
Pala kaya akan nutrisi, seperti kalsium, zat besi, kalium, Mangan dan lainnya yang bisa mendukung fungsi tubuh tetap sehat. Pala juga membantu mengatur aliran darah yang tepat ke seluruh tubuh serta membersihkan racun di tubuh.
5. Anti inflamasi
Pala kaya akan sifat anti inflamasi yang bisa melindungi tubuh dari peradangan dan rasa sakit. Pala bisa menjadi penghilang rasa sakit untuk mengatasi persendian dan otot. Bahkan mengoleskan minyak pala ke area yang sakit juga bisa membantu meredakan nyeri.
Meski begitu, pala juga bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Usahakan Anda tidak mengonsumsinya lebih dari 1/2 sendok teh dalam sehari dan jangan mengonsumsinya sendiri.
Konsumsi pala lebih dari jumlah yang disarankan bisa menyebabkan keracunan. Bahkan, pala bisa menyebabkan kegagalan organ.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya