Suara.com - Seorang wanita muda di Italia tak sengaja menerima enam dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech. Menyadur Euro News Selasa (11/05) wanita berusia 23 tahun itu kini sedang dipantau di rumah sakit.
Media Italia mengatakan wanita itu ditempatkan di bawah pengawasan di Massa, Tuscany tengah dan dalam kondisi baik setelah menerima cairan dan parasetamol.
Menurut AGI, pada hari Minggu seorang perawat secara keliru menyuntik lengan trainee medis tersebut dengan seluruh botol vaksin yang setara dengan enam dosis.
Karena tidak ada riwayat tentang seseorang yang diberi enam dosis vaksin Pfizer, pasien tersebut kini diawasi dengan ketat. Insiden ini juga telah dilaporkan ke Italian Medicines Agency (AIFA).
Overdosis vaksin Pfizer-BioNTech sebelumnya juga telah dilaporkan di Jerman, Australia, dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, dua wanita hamil di Hong Kong mengalami keguguran setelah mendapat vaksin Pfizer. Meski begitu, belum diketahui apakah kasus ini ada kaitannya dengan vaksinasi atau tidak.
"Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kedua kasus tersebut terkait dengan vaksinasi," kata pernyataan Departemen Kesehatan.
Salah satu kasus menimpa wanita berusia 32 tahun. Ia dirawat di Rumah Sakit Queen Mary pada Minggu pekan lalu karena pendarahan vagina dan sakit perut bagian bawah.
Wanita ini mengalami keguguran pada hari yang sama, dengan janin meninggal berusia sekitar 23 hingga 24 minggu.
Baca Juga: Soal Usulan Vaksin Gratis Buat Pemudik, Ini Klarifikasi Menhub
Tidak ada catatan keluhan merasa tidak enak badan selama observasi di pusat vaksin. Pihak berwenang juga tidak mengatakan apakah dia telah memberi tahu petugas vaksin bahwa dirinya hamil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Kurir Ekstasi Diciduk di Depan Mal PGC, Polisi Sita 2.000 Pil Siap Edar!
-
Rem Kontainer Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang: 2 Tewas, 4 Luka Berat!
-
Prabowo dan Pemimpin Pakistan Akan Terbang ke Teheran, Misi Juru Damai Didukung Timur Tengah?
-
Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei
-
Diprotes Ulama, Prabowo Tetap Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace, Mengapa?
-
Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza
-
Garage Day Surabaya 2026, Momen Berbagi dan Peduli kepada Keluarga Prasejahtera di Bulan Ramadan
-
FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace
-
Mamah Dedeh Bocorkan Isi Pertemuan Prabowo dan Ulama: Bahas Perang Dunia hingga Krisis Bangsa
-
JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global