Suara.com - Infeksi Covid-19 membuat ribuan orang di dunia meninggal dunia setiap harinya. Update Covid-19 global seperti dikutip dari Worldometers, sebanyak 13.341 jiwa meninggal setelah terinfeksi virus corona SARS Cov-2 itu dalam 24 jam terakhir.
Selama setahun lebih pandemi Covid-19, akumulasi angka kematian telah mencapai lebih dari 3,35 juta orang. Sementara total kasus infeksi virus corona diseluruh dunia juga telah mencapai 161,81 juta.
Kasus terbanyak masih didominasi Amerika Serikat, yakni 33,62 juta infeksi. Demikian pula dengan angka kematian di AS yang tercatat 598.522 jiwa.
Namun, sejak beberapa bulan terakhir, AS melaporkan penurunan laporan infeksi harian. Beberapa minggu terakhir bahkan jadi yang terendah sejak Oktober tahun lalu dengan rata-rata kasus di bawah 50 ribu per hari. Begitu pula dengan angka kematiannya.
Kematian pasien Covid-19 di Amerika Serikat disebut turun ke rata-rata sekitar 600 per hari, terendah dalam 10 bulan terakhit. Lebih dari setengah negara bagian bahkan sempat dilaporkan tidak ada tambahan kematian selama beberapa hari.
Terakhir kali kematian AS akibat pandemi serendah itu terjadi pada awal Juli tahun lalu. Jumlah orang dengan Covid-19 yang meninggal mencapai puncaknya pada pertengahan Januari 2021 dengan rata-rata lebih dari 3.400 per hari, hanya sebulan dalam upaya vaksinasi dilakukan.
Amesh Adalja, seorang spesialis penyakit menular di Universitas Johns Hopkins, mengatakan bahwa vaksinasi telah memainkan peran penting bahkan saat AS berjuang untuk mencapai kekebalan kawanan.
"Tujuan utama adalah untuk menyangkal kemampuan virus ini untuk membunuh secepat mungkin, dan itu telah tercapai. Kami sebenarnya telah menjinakkan virus itu," kata Amesh dikutip dari Fox News.
Sekitar 45 persen orang dewasa di AS telah divaksinasi penuh Covid-19, dan hampir 59 persen telah menerima setidaknya satu dosis, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Kasus Mingguan Indonesia Terbanyak Kedua di ASEAN
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem