Suara.com - Naik berat badan dan kehamilan adalah satu paket yang sulit dihindari. Ini terjadi karena rahim sedang terkandung tubuh manusia yang terus berkembang dan membesar.
Tapi pertanyaannya, berapa sih kenaikan berat badan yang normal terjadi di setiap trimester?
Pakar Pengobatan Keluarga, Alexandra Strockwell, MD mengatakan kenaikan badan setiap perempuan hamil berbeda, tergantung pada bentuk dan ukuran tubuh sebelum hamil.
"Secara umum, seorang perempuan diharapkan berat badannya naik 2 hingga 4 pound atau 0,9 hingga 1,8 kilogram di trimester pertama, dan setelahnya 1 pound atau 0,45 kilogram setiap minggunya," tetang Strockwell mengutip Insider, Selasa (18/5/2021).
Secara umum selama kehamilan Strockwell mencatat, rata-rata perempuan mengalami kenaikan berat badan 25 hingga 35 pound atau 11,3 hingga 15,8 kilogram selama periode kehamilan.
"Tapi lebih sehatnya ia naik 25 hingga 40 pound (11,3 hingga 18 kilogram) bagi perempuan yang sebelumnya kekurangan berat badan. Sedangkan perempuan yang kelebihan berat badan, lebih sehat jika berat badannya hanya bertambah 15 hingga 25 pound (6,8 hingga 11,3 kilogram)," jelas Stockwell.
Namun kenaikan berat badan akan berbeda saat perempuan tersebut hamil bayi kembar. Hal yang harus diwaspadai adalah jumlah berat badan tidak boleh berlipat ganda.
Kenaikan berat badan hamil bayi kembar, cukup dengan adanya peningkatan berat badan signifikan 37 hingga 54 pound atau setara 16,7 hingga 24,5 kilogram. Ukuran ini berlaku bagi perempuan yang sebelumnya punya berat badan sehat atau sesuai indeks massa tubuh (BMI).
Perlu diingat, saat bayi lahir ia punya rerata berat badan sekitar 7 pound atau setara 3,2 kilogram. Selebihnya kelebihan berat badan akibat payudara yang lebih besar, rahim membesar, plasenta (ari-ari) hingga cairan ketuban.
Baca Juga: Tips Menjaga Berat Badan Agar Tidak Gemuk Pasca Lebaran
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem