Suara.com - Ada berbagai penyebab dari keguguran, salah satunya adalah hamil kosong atau blighted ovum. Dalam dunia medis, blighted ovum juga dikenal sebagai kehamilan anembrionik.
Dilansir dari Healthline, blighted ovum terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi dan tertanam di dalam rahim tidak menjadi embrio. Plasenta dan kantung embrio terbentuk namun tetap kosong, di mana tidak ada bayi yang sedang tumbuh.
Blighted ovum dikenal sebagai salah satu penyebab terjadinya keguguran pada trimester pertama kehamilan, bahkan kondisi ini terkadang berakhir sebelum Anda menyadari bahwa Anda sedang hamil.
Penyebab Hamil Kosong
Penyebab pasti dari hamil kosong ini tidak diketahui. Namun diduga disebabkan karena masalah dengan kromosom, yaitu struktur yang membawa gen. Hal ini mungkin dari sperma atau sel telur berkualitas buruk atau pembelahan sel yang tidak normal. Sehingga, tubuh menghentikan kehamilan karena mengenali kelainan ini.
Penting untuk digarisbawahi kalau terjadinya blighted ovum ini tidak ada kaitannya dengan apa yang dilakukan atau tidak dilakukan, baik sebelum maupun selama kehamilan. Maka dari itu, hampir pasti seorang wanita tidak dapat mencegahnya.
Tanda Hamil Kosong
Dikutip dari WebMD, Anda mungkin pernah mengalami tanda-tanda kehamilan. Misalnya, menjalani tes kehamilan dengan hasil positif atau menstruasi yang terlewat . Kemudian Anda mungkin mengalami tanda-tanda keguguran, seperti:
- Kram perut
- Bercak atau perdarahan vagina
- Menstruasi yang lebih berat dari biasanya
Jika Anda mengalami salah satu dari tanda atau gejala ini, Anda mungkin mengalami keguguran. Namun tidak semua perdarahan pada trimester pertama berakhir dengan keguguran.
Baca Juga: 5 Mitos Paling Populer Seputar Keguguran, Nggak Perlu Percaya!
Jadi pastikan untuk segera menemui dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari tanda-tanda ini. Tes ultrasound biasanya diperlukan untuk mendiagnosis blighted ovum - untuk memastikan bahwa kantung kehamilan kosong.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit